Bupati Yuhronur Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi, Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Pendidikan26 Dilihat

Kabar Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mendorong mahasiswa untuk terus menguasai teknologi dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan. Menurutnya, kemampuan tersebut penting agar mahasiswa siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

Pesan tersebut Bupati Yuhronur sampaikan saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Institut Sabilillah Lamongan, pada Rabu (09/09/2026).

“Persoalan kita saat ini bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi bagaimana terus belajar mengikuti perubahan tuntutan pekerjaan. Ke kampus bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi belajar berpikir, mengambil keputusan dan terus belajar,” ujarnya.

Ia mengatakan, perubahan saat ini berlangsung begitu cepat dan terjadi di berbagai sektor. Mulai dari teknologi, geopolitik, ekonomi hingga lingkungan, seluruhnya turut memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Salah satu perubahan besar yang tengah terjadi, kata Yuhronur, adalah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut telah mengubah berbagai cara manusia dalam berinteraksi, mengambil keputusan, memperoleh pengetahuan, memberikan pelayanan hingga melakukan transaksi.

“Mahasiswa perlu mampu mengintegrasikan teknologi, memanfaatkan data, serta menciptakan nilai tambah. Penguasaan keterampilan dan pembentukan karakter juga menjadi bekal penting menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu juga menyebut Lamongan memiliki modal besar untuk menghadapi berbagai perubahan tersebut. Salah satunya ditunjukkan dari jumlah penduduk Lamongan yang mencapai sekitar 1,3 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut, sekitar 69,10 persen berada pada usia produktif. Kondisi ini dinilai menjadi kekuatan bagi Lamongan dalam menghadapi bonus demografi, terutama apabila didukung dengan pendidikan dan keterampilan yang berkualitas.

“Perekonomian Lamongan juga ditopang sektor agro, kehutanan, perikanan dan pertanian yang berkontribusi sekitar 30 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB),” ujarnya.

Selain penguasaan teknologi dan keterampilan, Pak Yes juga meminta mahasiswa untuk melihat peluang pengembangan ekonomi syariah. Menurutnya, ekonomi syariah saat ini tidak hanya berkembang di sektor lembaga keuangan, tetapi juga merambah bidang fashion, pariwisata, UMKM dan industri halal.

Ia menilai perpaduan antara nilai-nilai Islam, kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi dapat menjadi peluang yang memberikan manfaat sekaligus membuka kesempatan baru.

“Ketika nilai Islam, kebutuhan pasar dan teknologi digabungkan, ini bisa memberikan manfaat sekaligus membuka kesempatan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *