Kabar Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri Bincang Ekonomi Daerah bertajuk Dari Kebijakan ke Aksi: Membangun Ekonomi Lamongan yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan, yang digelar di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Lamongan (Unisla), Senin (31/08/2026).
Dalam amanatnya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mendorong mahasiswa di Lamongan untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi daerah. Mereka ditantang berani menangkap peluang sekaligus mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Lamongan.
Pak Yes menilai, mahasiswa perlu memahami kondisi ekonomi daerah secara langsung. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar generasi muda memiliki gambaran faktual mengenai kondisi daerah sekaligus membangun kepercayaan diri untuk melihat dan memanfaatkan peluang yang ada di Lamongan.
“Ini baik sekali, memberikan wawasan dan pencerahan kepada teman-teman mahasiswa untuk mendapatkan gambaran secara jelas tentang bagaimana fakta-fakta ekonomi di Kabupaten Lamongan,” katanya.
Selain itu, Pak Yes juga mengatakan Lamongan memiliki beragam potensi ekonomi yang masih terbuka untuk terus dikembangkan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan tidak selalu memandang daerah lain sebagai tempat untuk mencari peluang, tetapi juga mampu melihat kesempatan yang tersedia di lingkungan sendiri.
“Ini adalah modal kepercayaan diri bagi mahasiswa untuk terus berkembang ke depan dan meyakini bahwa di Lamongan juga punya potensi besar yang bisa terus dikembangkan,” ujarnya.
Menurut Pak Yes, upaya mengembangkan berbagai potensi tersebut membutuhkan kerja sama. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan generasi muda perlu membangun kolaborasi agar potensi ekonomi yang ada di Lamongan tidak hanya berhenti sebagai potensi, tetapi dapat diolah menjadi peluang nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bincang Ekonomi Daerah tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara kebijakan yang dibuat pemerintah dengan kondisi ekonomi yang terjadi secara langsung di lapangan.
Wakil Rektor I Unisla, Sugeng Dwi Hartantyo, mengatakan pihak kampus ingin mahasiswa tidak hanya memahami persoalan ekonomi melalui teori yang dipelajari di ruang kelas. Mahasiswa juga dinilai perlu melihat secara langsung kondisi serta berbagai peluang yang ada di daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang bagaimana kondisi ekonomi di Kabupaten Lamongan, sekaligus melihat potensi yang bisa dikembangkan ke depan,” kata Sugeng.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan kerja sama antara Unisla dengan Ketua Kadin Lamongan Aang Djunaedy dan Bendahara Umum HIPMI Pradita Aditya. Keduanya juga hadir sebagai narasumber dalam Bincang Ekonomi Daerah.
Kolaborasi yang melibatkan kampus, pemerintah, dan pelaku usaha tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengenal dunia usaha. Selain itu, kerja sama tersebut juga diharapkan mendorong mahasiswa ikut mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada di daerah.







