FPTI Lamongan Bangkit, Kompetisi Panjat Tebing Kembali Dihidupkan

Olahraga94 Dilihat

Kabar Lamongan – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Lamongan resmi dikukuhkan dengan kepengurusan baru Pengkab FPTI Lamongan periode 2026-2030 yang dipimpin Muhammad Harryanto.

Pengukuhan ini menargetkan kebangkitan olahraga panjat tebing dengan kembali menghidupkan kompetisi serta memperkuat pembinaan atlet.

Harryanto resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengkab FPTI Lamongan setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) FPTI Lamongan. Pengusaha muda tersebut mendapat amanah untuk memimpin organisasi panjat tebing Lamongan selama empat tahun ke depan.

Usai dikukuhkan, Harryanto menyampaikan terima kasih atas dukungan dari KONI, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Lamongan, dan seluruh insan panjat tebing di Lamongan.

Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa Federasi Panjat Tebing Indonesia Lamongan kembali berjaya sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di berbagai ajang kompetisi.

“Alhamdulillah, semoga amanah. Terima kasih atas amanah dan dukungan KONI, Disbudporapar, serta teman-teman semua. Semoga apa yang kita rencanakan bisa lancar dan FPTI kembali berjaya,” kata Harryanto, Kamis 13 Agustus 2025.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov FPTI Jawa Timur, Danu Iswara, mengatakan bahwa pengukuhan kepengurusan baru tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan panjat tebing Lamongan.

Menurut Danu, kembalinya sejumlah atlet dan senior Federasi Panjat Tebing Indonesia menjadi modal penting untuk kembali mengaktifkan pembinaan sekaligus kompetisi panjat tebing di Lamongan.

Ia menilai kompetisi perlu kembali digelar secara rutin. Selain menjadi wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, kompetisi juga penting sebagai sarana mencari dan menemukan bibit-bibit atlet baru.

“Karena dengan kompetisi kita akan mendapatkan bibit atlet baru. Kompetisi juga sebagai ajang menunjukkan kemampuan. Jika itu bisa dijalankan lagi, saya rasa masa kejayaan FPTI Lamongan meraih prestasi akan kembali,” ujar Danu.

Danu berharap pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang berkelanjutan dapat menciptakan regenerasi atlet. Dengan demikian, Federasi Panjat Tebing Indonesia Lamongan tidak hanya kembali aktif, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.

Pengukuhan Pengkab FPTI Lamongan periode 2026-2030 turut dihadiri jajaran KONI dan Disbudporapar Lamongan. Kegiatan tersebut ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur sekaligus simbol semangat bagi kepengurusan baru.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, Federasi Panjat Tebing Indonesia Lamongan kini memiliki sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari menghidupkan kembali kompetisi, memperkuat pembinaan, hingga melahirkan generasi baru atlet panjat tebing yang mampu berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *