Selantang Lamongan Wisuda 208 Lansia, Bekali Peserta Agar Tetap Sehat dan Produktif

Berita, Pendidikan49 Dilihat

Kabar Lamongan – Sebanyak 208 lanjut usia (lansia) di Kabupaten Lamongan mengikuti wisuda setelah menyelesaikan program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) selama enam bulan. Sebelum dinyatakan lulus, para peserta mengikuti 12 kali pertemuan pembelajaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lamongan, Aini Mas’idha, menjelaskan bahwa 208 peserta yang diwisuda kali ini merupakan perwakilan dari tujuh kecamatan dan delapan desa.

Adapun rinciannya, Selantang Bugenvil Desa Kedungwaras, Kecamatan Modo, meluluskan sebanyak 20 peserta. Selanjutnya, Selantang Nusa Indah Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, meluluskan 28 peserta.

Kemudian Selantang Tentrem Desa Karangcangkring, Kecamatan Kedungpring, meluluskan 21 peserta. Sementara Selantang Melati Desa Mantup, Kecamatan Mantup, meluluskan 25 peserta.

Dari Kecamatan Sukodadi terdapat dua kelas Selantang. Yakni Selantang Bugenvil Desa Bandungsari dengan 34 peserta dan Selantang Sedap Malam Desa Balongtawun yang meluluskan 21 peserta.

“Selanjutnya, Selantang Nangka Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah, meluluskan 39 peserta dan Selantang Sakura Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan, sebanyak 20 peserta,” papar Aini Mas’idha.

Aini menambahkan, hingga 2026 sudah terbentuk sebanyak 33 kelas Selantang di Kabupaten Lamongan. Dari jumlah tersebut, 13 kelas telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran dan diwisuda dengan total 395 peserta lansia.

“Sementara 20 kelas Selantang masih dalam proses pembelajaran,” jelas Aini.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa keberadaan Selantang menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam mendorong masyarakat lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan berdaya.

“Bekal yang panjenengan sudah dapatkan di sekolah ini agar kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik dan terus diaplikasikan,” kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes saat menghadiri acara yang digelar di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (26/08/2026).

Pak Yes berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti Selantang tidak berhenti setelah mereka menjalani wisuda. Menurutnya, para lansia diharapkan dapat menjadi teladan, pencerah, sekaligus pemberi arah bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Terlebih, sejumlah peserta Selantang juga merupakan tokoh masyarakat. Dengan demikian, ilmu yang didapat selama mengikuti pembelajaran diharapkan bisa memberikan manfaat yang lebih luas.

“Minimal untuk keluarganya sendiri,” ujarnya.

Pak Yes juga menyampaikan bahwa berdasarkan data WHO, sekitar 12 persen penduduk Indonesia masuk dalam kategori lanjut usia. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian agar para lansia tetap mampu menjalani kehidupan secara sehat dan produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *