Penghematan Anggaran Tembus Rp300 Triliun, Prabowo Buka Peluang Efisiensi Lanjutan

Nasional4 Dilihat

Kabar Lamongan – Presiden Prabowo Subianto membuka peluang untuk melanjutkan kebijakan penghematan anggaran dalam skala besar di tengah berbagai tantangan ekonomi dan tekanan yang dihadapi Indonesia. Ia menegaskan, pemerintah siap melakukan efisiensi lebih lanjut apabila kondisi mengharuskannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyebut penghematan anggaran bisa kembali diperbesar jika memang diperlukan.

“Kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran, kalau lebih hemat lagi nanti,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah masih menghadapi beragam tantangan dalam menjalankan tugasnya. Meski sejumlah pekerjaan telah dilakukan, ia menilai masih banyak hal yang perlu diselesaikan.

Ia kemudian mengibaratkan masa pemerintahan selama lima tahun seperti pertandingan sepak bola yang belum memasuki waktu istirahat atau half time. Menurutnya, perjalanan pemerintahan saat ini masih berada di babak pertama.

“Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke half time. Kita ini lima tahun, jadi dua setengah tahun baru babak pertama habis, setelah itu kita akan ke babak kedua,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintahannya saat ini bahkan belum mencapai pertengahan masa jabatan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk tetap bersabar dalam menjalankan tugas masing-masing.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pejabat memiliki peran serta waktu tersendiri dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Dengan demikian, seluruh jajaran diminta untuk terus menjalankan tugas sesuai dengan peran masing-masing di tengah berbagai tantangan yang ada.

Kebijakan efisiensi anggaran memang telah menjadi salah satu agenda pemerintahan Prabowo sejak awal masa jabatannya. Langkah tersebut ditempuh melalui pengaturan belanja pemerintah, baik di tingkat kementerian dan lembaga maupun pemerintah daerah.

Pada Januari 2025, Prabowo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi belanja kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Kebijakan tersebut menetapkan target penghematan anggaran sekitar Rp306,69 triliun.

Seiring berjalannya pemerintahan, pemerintah menyatakan bahwa penghematan anggaran yang berhasil dicapai pada tahun pertama telah melampaui Rp300 triliun.

Pernyataan terbaru Prabowo mengenai kemungkinan melanjutkan penghematan besar-besaran menunjukkan bahwa efisiensi anggaran masih menjadi salah satu langkah yang terbuka untuk ditempuh pemerintah.

Ia menegaskan, penghematan lebih lanjut dapat dilakukan apabila diperlukan, sementara pemerintah masih harus melanjutkan berbagai pekerjaan dan menghadapi tantangan selama masa pemerintahan lima tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *