Kabar Lamongan – Persela Lamongan tergabung di Grup I Zona Timur 1 bersama dua klub Super League, yakni Persijap Jepara dan Madura United, berdasarkan hasil drawing League Cup 2026.
Dari hasil drawing League Cup 2026, Persela harus menghadapi tim dari kasta tertinggi. Meski demikian, Laskar Joko Tingkir menilai kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagus untuk mengukur kemampuan tim.
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, menyebut hasil drawing tersebut sebagai tantangan positif bagi timnya. Menurutnya, menghadapi klub-klub Super League bisa menjadi kesempatan bagi Persela untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas permainan.
“Ya, saya pikir ini bagus, tantangan buat Persela. Satu grup dengan Madura, dengan Persijap. Ini jadi tantangan buat kita melawan tim-tim dari Liga 1,” katanya, Kamis, 8 Oktober 2026.
Meski demikian, Persela tetap harus membagi fokus dengan kompetisi Liga 2 yang menjadi target utama mereka pada musim ini. Bima memastikan timnya tidak hanya akan menjadi pelengkap di League Cup 2026.
Persela tetap memiliki ambisi untuk bersaing dan berusaha melangkah ke babak berikutnya. Bima menegaskan, seluruh pemain akan dipersiapkan secara maksimal agar mampu menghadapi persaingan di Grup I.
“Yang pasti kita juga fokus di kompetisi Liga 2, tapi kita juga memprioritaskan untuk bersaing di League Cup,” ujarnya.
Bima juga menilai peluang Persela untuk bersaing masih terbuka meski harus berhadapan dengan dua tim Super League. Ia menilai regulasi yang mewajibkan penggunaan tiga pemain asing membuat persaingan antartim menjadi relatif berimbang.
“Semua punya peluang. Yang paling penting kita persiapkan tim. Lagipula regulasinya mereka juga harus memakai tiga pemain asing, jadi saya pikir fair saja. Yang paling penting kita persiapkan tim kita dengan baik,” tuturnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, Bima menyambut positif kehadiran League Cup 2026 karena dinilai memberikan ruang bagi para pemain untuk memperoleh pengalaman bertanding. Turnamen ini juga bisa dimanfaatkan tim pelatih untuk melakukan rotasi pemain tanpa mengesampingkan target utama Persela di Liga 2.
“Bagus buat rotasi pemain. Artinya, kita bisa memberikan pemain-pemain yang belum dapat kesempatan main. Sangat bagus sekali, semakin banyak kompetisi, semakin banyak kesempatan pemain-pemain yang ada di Indonesia untuk bisa berkompetisi,” jelasnya.
Dengan komposisi Grup I yang mempertemukan Persela Lamongan dengan Persijap Jepara dan Madura United, League Cup 2026 menjadi ujian tersendiri bagi kedalaman skuad Laskar Joko Tingkir.
Persela dituntut tetap menjaga fokus pada kompetisi Liga 2 sekaligus memanfaatkan kesempatan menghadapi tim-tim kasta tertinggi untuk meningkatkan level permainan.







