Kabar Lamongan – Suasana santai di lapangan padel menjadi cara TDA Lamongan dan J&T Express Jawa Timur membangun relasi sekaligus memperluas networking. Keduanya bertemu dalam kegiatan fun activity bermain padel melalui Sahabat J&T Community, yang digelar pada Rabu, 30 September 2026, di Padelibre Lamongan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30-an peserta. Tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang lebih dekat, serta membuka peluang kolaborasi antara TDA Lamongan dan J&T Express Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ahmad Stabit Albadrony (Pak Ony) selaku perwakilan ERM J&T Express Jawa Timur Area Big Gresik, Achmad Rizal Muzaeni selaku Ketua TDA Lamongan 5.0, serta Adi Susanto selaku Ketua TDA Wilayah Jawa Timur 1 9.0.
Suasana permainan yang santai membuat interaksi antarpeserta berlangsung lebih cair. Di sela-sela pertandingan, para peserta bisa saling mengenal, bertukar cerita, hingga berbagi pengalaman dalam menjalankan usaha.
Bagi komunitas pengusaha, aktivitas seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bisnis. Hal tersebut disampaikan Pak Ony dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, networking tidak selalu harus diawali dengan pembicaraan mengenai bisnis. Kedekatan personal, rasa percaya, serta pengalaman melakukan aktivitas bersama juga dapat menjadi awal munculnya berbagai peluang kolaborasi.
Ketua TDA Lamongan 5.0, Achmad Rizal Muzaeni, mengatakan bahwa melalui kegiatan tersebut, TDA Lamongan dan J&T Jawa Timur menunjukkan bahwa membangun hubungan dalam ekosistem usaha bisa dilakukan dengan cara yang sederhana sekaligus menyenangkan.
Sementara itu, Ketua TDA Wilayah Jawa Timur 1 9.0, Adi Susanto, menyampaikan bahwa olahraga padel menjadi media untuk bertemu, bergerak bersama, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas.
Pada akhirnya, yang dibawa pulang dari lapangan bukan hanya pengalaman bermain dan keringat setelah berolahraga, tetapi juga relasi baru, energi positif, serta kemungkinan kolaborasi baru.
Sebab, dalam dunia entrepreneurship, peluang terkadang tidak lahir dari ruang meeting. Peluang justru bisa muncul dari lapangan, ketika para pelaku usaha bertemu, bermain, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama.







