Waduk Karangnongko Jadi Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir Bengawan Jero di Lamongan

Berita63 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan bahwa pembangunan Waduk Karangnongko menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo yang selama ini berdampak hingga kawasan hilir, termasuk wilayah Bengawan Jero.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menjelaskan bahwa banjir di Bengawan Jero merupakan kejadian tahunan. Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya debit air dari hulu Bengawan Solo, ditambah kiriman air dari 15 kecamatan yang seluruh alirannya bermuara di kawasan tersebut.

“Selama ini banjir di Lamongan sangat dipengaruhi oleh aliran air dari hulu Bengawan Solo. Ke depan, keberadaan Waduk Karangnongko diharapkan mampu menahan kiriman air tersebut sehingga volume luapan di wilayah hilir bisa ditekan,” ujar Erwin, dikutip dari Antara News, Jumat (20/02/2026).

Menurutnya, sembari menunggu penyelesaian proyek strategis tersebut, pemerintah daerah tetap mengoptimalkan langkah-langkah jangka pendek. Upaya yang dilakukan meliputi pompanisasi secara intensif, normalisasi sungai, pengaturan pintu air, hingga distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak banjir.

Sebagai informasi, Waduk Karangnongko atau Bendung Gerak Karangnongko merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di perbatasan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Proyek ini dirancang untuk memperkuat ketahanan air, mendukung sistem irigasi, sekaligus menjadi instrumen pengendalian banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

Hingga Juli 2025, progres pembangunan Paket 1 tercatat telah mencapai sekitar 38,8 persen dan ditargetkan selesai pada akhir 2026. Namun, operasional penuh diperkirakan baru dapat berjalan hingga 2029, mengingat masih adanya kendala pembebasan lahan.

Nilai investasi proyek ini diperkirakan berada di kisaran Rp1,26 triliun hingga Rp1,5 triliun, dengan luas genangan mencapai 1.026,55 hektare. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mengurangi luapan banjir secara signifikan, mendukung irigasi bagi 6.950 hektare lahan pertanian, serta menyediakan air baku untuk sekitar 270 ribu jiwa.

Banjir tahunan di kawasan Bengawan Jero sendiri diketahui berdampak pada lima kecamatan di Kabupaten Lamongan, yakni Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.

Pemerintah kabupaten bersama instansi terkait terus mempercepat penanganan darurat di lapangan, sembari menyiapkan solusi struktural jangka panjang melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *