Valentino Putra Defman dan Perjalanan Menemukan Ruang Berkarya Melalui Menulis

Berita199 Dilihat

Kabar Lamongan – Tidak banyak orang yang memilih menekuni dunia menulis di tengah jadwal kerja yang padat dan kewajiban akademik yang menumpuk. Namun, bagi Valentino Putra Defman, menulis tetap menjadi bagian dari hidupnya yang tidak ingin ia tinggalkan.

Penulis muda ini sehari-hari bertugas sebagai housekeeping di Fit Hub Cabang Bintaro Sektor 7 sekaligus menempuh pendidikan D-3 Administrasi Perkantoran di Universitas Pamulang.

Keikutsertaannya pada Nulis Quotes batch 12 volume 2 menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut, sekaligus menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang kepenulisan.

Menulis Sejak SMK

Minat menulis Valentino Putra Defman sebenarnya sudah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku SMK. Hobi menulis itu datang dari kebiasaannya membaca buku. Kebiasaan itu lambat laun melahirkan keinginan untuk menciptakan karya sendiri.

Ia mengawalinya dengan menulis puisi, lalu mulai membagikan hasil karyanya di Instagram dengan tampilan visual yang ia rancang sendiri melalui aplikasi Canva. Proses tersebut ia jalani secara perlahan, sebagai bentuk latihan yang konsisten ia lakukan hingga sekarang.

Meski begitu, menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan menulis bukan perkara mudah. Sistem shift kerja yang berganti antara siang dan sore memaksanya pintar-pintar mencari celah waktu. Hingga akhirnya ia menemukan waktu di pagi atau malam hari.

Kesibukan ganda sebagai pekerja dan mahasiswa pun sempat membuatnya kehilangan ritme menulis, Ia bahkan mengalami writer’s block karena minimnya waktu yang tersisa daripada yang ia miliki saat masih sekolah.

Untuk menyiasatinya, Valentino mencoba membuat jadwal menulis pribadi. Meskipun demikian, ia sendiri mengakui bahwa jadwal itu tidak selalu berjalan rutin setiap harinya.

Mengikuti Lomba di Nulis Quotes

Ketertarikannya mengikuti Nulis Quotes pun muncul secara kebetulan. Sekitar Maret 2026, ia melihat informasi pembukaan lomba batch 12 volume 2 melalui akun Instagram Nulis Quotes.

Tema penulisan surat yang diangkat dalam lomba ini ternyata berkaitan langsung dengan latar belakang studinya di jurusan Administrasi Perkantoran. Pengetahuannya tentang format dan jenis surat pada akhirnya bisa ia praktikkan secara langsung melalui karya tulisnya.

Dari pengalaman tersebut, Valentino menilai Nulis Quotes sebagai platform yang memberi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan menulis secara adaptif. Selain itu, Nulis Quotes juga menjadi sarana untuk menumbuhkan motivasi agar terus belajar berkarya.

Harapan di Masa Depan

Mengenai rencana ke depan, Valentino menyampaikan bahwa tujuannya yang utama adalah membahagiakan keluarganya, meskipun kedua orang tuanya telah tiada. Ia juga berniat untuk terus mengasah kemampuan, baik di dunia kerja, perkuliahan, maupun dalam menulis.

Tak lama setelah mengikuti Nulis Quotes, pada April lalu ia kembali mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba menulis puisi Halo Penyair batch 15 volume 3 tingkat nasional. Dari lomba itu, ia berhasil menjadi penulis terpilih. Pencapaian ini, menurutnya, menjadi pengingat untuk terus mengevaluasi diri dan tidak berhenti belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *