Kabar Lamongan – Universitas Islam Lamongan (Unisla) resmi menjalin kerja sama dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) serta Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan model riset, inovasi, dan praktik pengabdian kepada masyarakat melalui kerja sama internasional.
Salah satu bentuk nyata dari kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembuatan lubang biopori di desa yang menjadi lokasi pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi banjir musiman yang selama ini banyak dikeluhkan warga setempat.
Rektor Unisla Lamongan, Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa inovasi yang telah diperkenalkan akan terus dikembangkan melalui berbagai riset dan penelitian lanjutan. Menurutnya, wilayah tersebut setiap tahun mengalami banjir sehingga program biopori dapat menjadi bahan penelitian sekaligus solusi bagi masyarakat.
“Muaranya nanti bisa menjadi riset karena daerah ini setiap tahun mengalami banjir. Harapannya, contoh yang sudah dibekalkan kepada mahasiswa KKN bisa ditindaklanjuti di lokasi pengabdian,” ujarnya, Rabu (29/07/2026).
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Setiap keluarga diharapkan dapat membuat sedikitnya satu hingga tiga lubang biopori di pekarangan rumah masing-masing sebagai upaya meningkatkan daya resap air.
“Minimal setiap keluarga memiliki satu sampai tiga biopori. Tujuannya tentu untuk meningkatkan daya resap air sehingga dapat mengurangi genangan maupun risiko banjir,” katanya.
Sementara itu, Dekan Pusat Pengajian Siswazah Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Zaki Bin Noh, mengatakan bahwa pendekatan KKN yang diterapkan Unisla menjadi pengalaman baru baginya.
Ia menilai konsep tersebut sangat menarik dan dapat menjadi inspirasi bagi UTHM untuk mengembangkan model pengabdian kepada masyarakat yang serupa di Malaysia.
“Ini kali pertama saya melihat usaha universiti kepada komuniti melalui program KKN seperti ini. Bagi saya, ini sesuatu yang sangat menarik dan boleh diaplikasikan di UTHM untuk program KKN di sana,” pungkasnya.







