UMM Perkuat Literasi Digital Pelajar MAN 1 Lamongan Lewat Pelatihan Esai dan AI

mariana
13 Des 2025 11:13
2 menit membaca

Kabar Lamongan – Upaya meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar terus dilakukan, salah satunya melalui kegiatan di MAN 1 Lamongan. Program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) oleh Mahasiswa Program Doktoral S3 Pendidikan Agama Islam, Ali Zulfikar, mendapat sambutan hangat dari para siswa.

Dalam kegiatan literasi digital tersebut, para pelajar MAN 1 Lamongan diajak untuk mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara tepat.

“Indonesia masih berada di peringkat bawah dalam survei literasi. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Pelajar harus diperkuat kemampuan literasinya agar siap menghadapi era kecerdasan artifisial,” ujar Ali, Jumat (12/12/2025).

Ia menambahkan bahwa literasi tidak hanya mempengaruhi capaian akademik, tetapi juga menjadi dasar pembentukan karakter serta kompetensi di dunia kerja. Oleh sebab itu, siswa diberikan berbagai stimulus, seperti latihan menulis esai ilmiah dan esai bertema keseharian yang dekat dengan pengalaman mereka.

“Banyak siswa memilih tema menarik, mulai dari pentingnya konsumsi makanan sehat hingga literasi keuangan bagi pelajar. Tema-tema semacam ini sangat relevan dengan rutinitas mereka,” jelasnya.

Selain mengajarkan teknik penulisan esai, Ali juga memperkenalkan pemanfaatan AI seperti ChatGPT sebagai alat bantu menyusun outline tulisan. Ia menegaskan bahwa AI bukan untuk menggantikan kemampuan menulis siswa, melainkan membantu mereka merancang struktur serta alur gagasan agar lebih runtut.

Hasil akhir dari kegiatan ini nantinya akan dihimpun menjadi sebuah buku sebagai bentuk kontribusi nyata pelajar MAN 1 Lamongan dalam mendukung program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait penguatan literasi.

“Dengan menghasilkan buku, kami berharap siswa memiliki kemandirian dan kepercayaan diri dalam mengembangkan kemampuan literasinya. Tidak ada bangsa yang maju tanpa literasi yang kuat,” tegas Ali.

Salah satu peserta kegiatan, Ahmad Al Ghany Wardani, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, terutama terkait pentingnya literasi di era teknologi. “Dari kegiatan tadi saya dapat banyak hal. Mulai dari pengertian literasi, cara membuat esai, sampai contoh tema yang dekat dengan kehidupan kami,” ungkapnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *