Tiga Inovasi Lamongan Masuk Finalis KOVABLIK 2025, Pelayanan Publik Kian Adaptif

mariana
27 Nov 2025 10:52
Peristiwa 0 21
3 menit membaca

Kabar Lamongan – Tiga inovasi pelayanan publik milik Pemerintah Kabupaten Lamongan berhasil menembus babak final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.

Ketiga inovasi tersebut yakni Posyandu Kucing dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Megilan Entrepreneur (Megpreneur) besutan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta program Disabilitas Mandiri Terlindungi (Tas Mantri) milik Puskesmas Turi.

Ketiganya dinilai mampu memberikan layanan yang lebih berkualitas sekaligus memperlihatkan dampak nyata bagi masyarakat.

Posyandu Kucing hadir sebagai layanan kesehatan hewan yang diberikan secara gratis dan rutin, tidak hanya untuk kucing peliharaan tetapi juga kucing liar. Program ini menjadi upaya pencegahan penyakit zoonosis sekaligus meningkatkan kesejahteraan hewan.

Sementara itu, Megpreneur fokus mendorong pelaku usaha mikro dan UMKM lokal melalui pendampingan intensif dan inkubasi agar mampu meningkatkan daya saing. Adapun Tas Mantri dirancang untuk memperkuat layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas dengan melibatkan keluarga sebagai caregiver.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat memaparkan inovasi Posyandu Kucing secara daring dari Ruang Command Center, Kamis (27/11/2025), menegaskan bahwa seluruh inovasi Lamongan didukung regulasi yang jelas, mulai dari Peraturan Daerah hingga RPJMD, 15 program prioritas, Renstra, RIPJ-PID, dan RKPD.

“Tujuan utamanya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sekaligus menambah nilai ekonomis,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Bupati Yuhronur menyebutkan bahwa Posyandu Kucing mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penyakit zoonosis serta pentingnya layanan kesehatan hewan. Saat ini, Lamongan telah memiliki 1 UPT Puskeswan dan 9 Puskeswan yang dilengkapi dokter hewan serta paramedik veteriner.

Hingga kini, sebanyak 937 hewan telah mendapatkan layanan, mulai dari vaksin rabies, pemeriksaan kesehatan, pemberian obat cacing, sterilisasi, hingga layanan yang bernilai ekonomis.

“Inovasi Posyandu Kucing tidak hanya menyasar hewan peliharaan, tetapi juga hewan liar di ruang publik dan permukiman. Tren pecinta hewan yang semakin meningkat juga membuka peluang berkembangnya UMKM pet care. Ke depan, Koperasi Desa Merah Putih bisa kita dorong bergerak di sektor ini,” tambahnya.

Pada inovasi Megpreneur, pemerintah mencatat adanya peningkatan omzet signifikan dari para peserta inkubasi. Rata-rata kenaikan omzet mencapai Rp3,5 juta pada 2022, naik menjadi Rp4,5 juta pada 2023, dan kembali meningkat menjadi Rp5,8 juta pada 2024. Sejak berjalan, program ini telah melibatkan 155 tim dari berbagai bidang usaha, seperti agribisnis, kuliner, fesyen, industri kreatif, pariwisata, hingga jasa layanan.

Sementara itu, Tas Mantri dari Puskesmas Turi memberikan layanan home care dua kali seminggu, pelatihan caregiver dua kali dalam setahun, serta penyaluran bantuan alat kesehatan seperti tensimeter, alat mobilisasi, hingga alat laboratorium sederhana kepada sedikitnya 15 penerima setiap tahun.

Program ini bertujuan memastikan penyandang disabilitas memperoleh layanan kesehatan yang mudah dijangkau, dekat, dan berkelanjutan.

Melalui tiga inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang kreatif, adaptif, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat. Pemkab Lamongan optimistis capaian ini dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat posisi Lamongan dalam ajang Kovablik 2025.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x