Kabar Lamongan – Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Sugeng Santoso, mendorong percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lamongan.
Sugeng menegaskan bahwa pemerintah menargetkan sekitar 15 ribu KDMP dapat segera beroperasi pada tahap kedua agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Bulan Agustus ini sekitar lima belas ribu, Lamongan mendapat jatah 474 KDMP. Nanti kita lihat progresnya, dan diharapkan bisa dipercepat operasionalnya,” ujarnya melalui rilis resmi Pemkab Lamongan, Kamis (21/08/2025).
Sebagai langkah akselerasi, pemerintah pusat akan menggelar rapat koordinasi untuk membentuk satgas di tingkat kabupaten/kota.
Dalam kesempatan itu, Sugeng juga meninjau langsung KDMP di Desa Kramat, Kecamatan Lamongan, yang telah beroperasi dengan usaha toko pertanian. Ia mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bentuk nyata implementasi koperasi desa di tingkat lokal.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa seluruh koperasi desa/kelurahan merah putih di wilayahnya sudah siap beroperasi, meski sebagian besar masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Untuk koperasi desa merah putih, alhamdulillah di Lamongan sudah 100% siap. Memang ada yang baru mulai operasional, tetapi sebagian masih saling menunggu arahan. Tinggal beberapa catatan kecil saja,” ungkapnya.
Meski menghadapi sejumlah kendala, Pemkab Lamongan menyambut baik program pemerintah pusat ini. Pak Yes—sapaan akrab Yuhronur—menilai program tersebut sejalan dengan upaya daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, Etik Sulistiani, menyebutkan bahwa operasional KDMP di Lamongan masih menemui beberapa tantangan. Antara lain keterbatasan modal, minimnya tenaga pendamping, hingga belum adanya petunjuk teknis kerjasama usaha.
Kendati demikian, beberapa KDMP di Lamongan sudah mulai berjalan dengan berbagai jenis usaha, seperti toko pertanian, toko olahraga, hingga penyewaan alat pertanian.
Tidak ada komentar