Sudaryono di Lamongan: Kunci Dongkrak Produksi Pangan Nasional adalah Perluasan Area Tanam

Desa53 Dilihat

Kabar Lamongan – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan bahwa memperluas area tanam merupakan kunci utama dalam mendongkrak produksi pangan nasional. Pernyataan itu ia sampaikan langsung saat hadir dalam Gerakan Tanam Padi Serentak yang digelar di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Sabtu (30/05/2026).

Di hadapan para petani Desa Kebalan Kulon dan tamu undangan, Sudaryono turut memberikan apresiasi atas prestasi sektor pertanian Kabupaten Lamongan yang berhasil menempatkan diri sebagai kabupaten dengan produktivitas pangan tertinggi di Jawa Timur.

“Hari ini kita melaksanakan gerakan tanam padi secara serentak di Jawa Timur. Lamongan adalah kabupaten dengan produktivitas pangan tertinggi di Jawa Timur, sementara Jawa Timur sendiri merupakan provinsi dengan produktivitas pangan tertinggi di Indonesia,” ujar Sudaryono.

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar prestasi daerah, melainkan menjadi modal strategis dalam mendukung target swasembada pangan yang tengah dikejar pemerintah pusat.

Sudaryono juga menyebut sejumlah indikator pertanian di Lamongan menunjukkan tren yang menggembirakan. Produksi terus meningkat, pasokan pupuk lebih lancar dengan harga yang lebih terjangkau, dan hasil panen pun terus naik dari waktu ke waktu.

Lebih dari itu, luas tanam dan luas panen ikut terdongkrak secara signifikan. Apabila tahun sebelumnya luas panen tercatat sekitar 192 ribu hektare, maka tahun ini pemerintah memasang target 233 ribu hektare. Soal cara meningkatkan produksi, Sudaryono justru menyederhanakannya dengan logika yang lugas.

“Kalau ingin panen lebih banyak, maka tanamnya harus lebih banyak. Tidak ada cara lain. Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam,” tegasnya.

Untuk mewujudkan perluasan tanam itu, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan petani terpenuhi, mulai dari ketersediaan air irigasi, pupuk, benih unggul, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Kalau semua kebutuhan itu terpenuhi, Insyaallah petani bisa menanam lebih banyak dan hasil panennya juga akan lebih banyak,” kata Sudaryono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *