SRMA 25 Lamongan Raih Berbagai Prestasi di Tahun Pertama, Bupati Apresiasi Capaian Siswa

Pendidikan232 Dilihat

Kabar Lamongan – Genap satu tahun sejak diresmikan, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 Lamongan di Kecamatan Brondong mulai memperlihatkan capaian yang membanggakan.

Sekolah berasrama yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut berhasil menorehkan berbagai prestasi sekaligus menjadi harapan baru dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Capaian itu mendapat apresiasi dari Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat menghadiri Open House Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat di SRMA 25 Lamongan, Rabu (15/07/2026). Menurutnya, prestasi yang diraih para siswa menjadi bukti bahwa kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih keberhasilan.

“Saya mengaku sangat bangga atas capaian para siswa. Mereka telah membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi sama sekali bukan penghalang untuk terus mengukir prestasi,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik dalam membangun sumber daya manusia. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta mampu mengembangkan potensi generasi muda dari berbagai latar belakang.

Pak Yes berharap para lulusan Sekolah Rakyat nantinya dapat menjadi generasi penerus yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut perlu terus diperkuat sebagai sarana untuk membuka kesempatan yang sama bagi setiap anak dalam meraih cita-citanya.

Saat ini, SRMA 25 Lamongan menampung 131 siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem. Seluruh peserta didik merupakan hasil seleksi dari kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Selain memperoleh pendidikan secara gratis, para siswa juga tinggal di asrama yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut, Pemkab Lamongan telah menyiapkan lahan seluas delapan hektare di kawasan dekat Gajah Mada (Kagama) untuk dijadikan lokasi permanen Sekolah Rakyat.

Kawasan tersebut direncanakan menjadi pusat pendidikan terpadu yang dilengkapi sarana olahraga, balai kesenian, serta ruang kerja bersama guna menunjang pengembangan bakat dan kreativitas para siswa.

Melalui penguatan fasilitas dan perluasan akses pendidikan tersebut, Pemkab Lamongan berharap Sekolah Rakyat dapat terus menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *