Kabar Lamongan – Detak Pustaka selalu menghadirkan buku-buku yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga memukau dengan berbagai genre. Salah satunya adalah buku Sethraka dan Para Bayangan Takhta.
Penulisnya, Joshua, menghadirkan kisah fantasi yang mengisahkan tentang Kekaisaran Sethraka dan Para Bayangan Kuno yang mengungkap penindasan yang terjadi pada era Kekaisaran Zerhaz.
Menurut Joshua, ide tentang buku Sethraka dan Para Bayangan Takhta sendiri sudah muncul sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Namun, keinginan menulis baru benar-benar ia wujudkan saat kuliah. Dan novel itu sendiri baru ia selesaikan jauh setelah masa kuliah berlalu, ketika ia sudah menjalani kesibukan sebagai seorang pekerja.
Proses menulis karya ini juga tidak mudah. Joshua mengakui bahwa waktu adalah hambatan terbesarnya. Terlebih, ini adalah pengalaman pertamanya menulis novel, sehingga ia merasa masih banyak yang harus dipelajari.
Untuk mengatur waktunya, Joshua mengandalkan satu cara dengan membuat jadwal dan benar-benar menaatinya. Ia menetapkan target empat halaman per hari. Baginya, konsistensi jauh lebih penting daripada menunggu momen yang terasa tepat untuk menulis.
Seperti penulis pada umumnya, ada hari di mana semangat itu goyah. Joshua mengungkapkan kejenuhan di tengah proses yang berlangsung hampir sepuluh bulan tersebut.
Namun, setiap kali itu terjadi, ia memilih untuk terus mendorong dirinya sendiri. Ia mengingat bahwa ada sebuah cerita yang sudah terlalu lama menunggu untuk diceritakan kepada dunia.
Perjalanan panjang yang Joshua tapaki berbuah manis dengan berhasil menerbitkan karya tersebut. Namun, meski telah usai, ia mengaku sedang mempersiapkan proyek baru dengan melanjutkan kisah dalam buku pertamanya.
Jika kamu penasaran dan ingin membaca buku karya Joshua hingga selesai, kamu bisa memesannya lewat paman resmi Detak Pustaka. Kamu juga bisa langsung membelinya lewat tautan ini: Buku Karya Joshua.







