Ilustrasi telur. Satgas Pangan Lamongan pantau pasar jelang Nataru. (pexels.com/Alex omana).Kabar Lamongan – Satgas Pangan Lamongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Sidoharjo dan salah satu toserba modern di Kabupaten Lamongan, Selasa (23/12/2025). Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok dan barang penting (bapokting) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ketua Satgas Pangan Lamongan, IPDA Lizma Ramadhama, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan lintas instansi, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Perum Bulog Lamongan.
“Pada hari ini kami melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan dan harga bapokting di Pasar Sidoharjo serta salah satu toserba modern. Alhamdulillah, dari hasil pantauan, stok bahan pokok masih aman dan harga relatif terjangkau,” ujar IPDA Lizma.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan maupun indikasi kelangkaan bahan pokok di Lamongan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat Lamongan agar tidak panik saat berbelanja. Ketersediaan bahan pokok masih mencukupi dan harga masih stabil, sehingga tidak perlu khawatir akan kehabisan barang atau kenaikan harga menjelang Nataru,” katanya.
Selain memantau harga dan stok, Satgas Pangan juga memastikan keamanan pangan, terutama terkait masa kedaluwarsa produk yang dijual. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang kedaluwarsa yang beredar di pasaran.
“Untuk produk kedaluwarsa, kami pastikan aman karena pihak toko telah menggunakan sistem administrasi berbasis data dan aplikasi. Seluruh stok tercatat dengan baik, termasuk tanggal kedaluwarsa, sehingga sebelum masa berlakunya habis akan segera ditarik atau direstok,” jelasnya.
IPDA Lizma menambahkan, Satgas Pangan Lamongan akan terus melakukan pemantauan secara berkala. Apabila ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, pihaknya akan segera melakukan langkah intervensi.
“Kami akan terus melakukan pengecekan. Jika terdapat kenaikan harga yang terlalu tinggi dan tidak sesuai ketentuan, kami akan segera melakukan intervensi agar harga kembali normal,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, menyampaikan bahwa hasil pemantauan harga bahan pokok saat sidak menunjukkan kondisi pasar masih relatif stabil dan terkendali.
“Untuk ketersediaan cabai dan bawang merah masih kami pantau aman. Bahkan harga bawang merah mengalami penurunan, dari sebelumnya di atas Rp60 ribu per kilogram, kini kembali berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram,” ujar Anang.
Ia menjelaskan, pergerakan harga tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar serta ketersediaan pasokan di tingkat pedagang. Meski sempat terjadi gagal panen cabai di beberapa wilayah sentra produksi di Lamongan, secara umum situasi pasar masih dapat dikendalikan.
“Untuk cabai atau lombok, alhamdulillah masih aman. Walaupun sebelumnya ada beberapa petani atau pelaku usaha lombok di Lamongan yang mengalami gagal panen, namun secara keseluruhan kondisi pasar masih terkendali,” katanya.
Selain itu, harga telur ayam ras juga terpantau stabil dan masih terjangkau oleh masyarakat. Berdasarkan hasil sidak, harga telur berada di kisaran Rp27.500 hingga Rp29.500 per kilogram.
Melalui langkah ini, Satgas Pangan berharap kondisi pasar di Kabupaten Lamongan tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalani perayaan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan tenang.
Tidak ada komentar