Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan Dikukuhkan, Lindungi Generasi Masa Depan

Berita40 Dilihat

Kabar LamonganPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Jaga Anak sebagai langkah untuk memperkuat perlindungan anak sekaligus mencegah perundungan dan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Ketua PCNU Lamongan, Syahrul Munir, mengatakan pembentukan satgas tersebut bertujuan memberikan pendampingan kepada anak-anak yang menghadapi berbagai persoalan, sekaligus memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perlindungan. Satgas ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam melakukan edukasi, pencegahan, serta pendampingan ketika terjadi persoalan yang melibatkan anak,” ujar Syahrul di Lamongan, Minggu (05/07/2026).

Menurutnya, pembentukan Satgas Jaga Anak merupakan bentuk komitmen Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lamongan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Selain itu, satgas ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, serta masyarakat dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak anak.

Syahrul menambahkan, gagasan pembentukan Satgas Jaga Anak telah mendapat respons positif dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saat dirinya menghadiri penutupan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Jawa Timur.

“Semoga ke depan Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan bisa berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia,” katanya.

Pengukuhan satgas tersebut dilakukan oleh Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lamongan KH Salim Ashar bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Pleno Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di Kantor PCNU Lamongan.

Sementara itu, Ketua Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan, Umaiyah, mengatakan pihaknya akan segera menjalankan program edukasi dan sosialisasi kepada para pendidik, ustaz, ustazah, serta pengelola pondok pesantren melalui jejaring Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

“Anak kita sekarang adalah pemimpin masa depan. Persiapkan tumbuh kembang mereka sebaik mungkin dengan suasana aman, nyaman, dan terlindungi dari kekerasan verbal, fisik, sosial, maupun siber,” ujar Umaiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *