Rumah Makan KM 07, Kuliner Tradisional di Tengah Hamparan Sawah Lamongan

Kuliner75 Dilihat

Kabar Lamongan – Lamongan kini punya destinasi kuliner baru yang patut dicoba. Rumah Makan “Kilometer (KM) 07” yang berlokasi di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, belakangan ini semakin ramai diperbincangkan warga.

Perpaduan menu tradisional yang autentik dengan pemandangan sawah hijau membentang menjadi daya tarik utama yang membuat pengunjung betah berlama-lama.

Soal menu, rumah makan ini punya beberapa jagoan yang sudah terbukti membuat pengunjung ketagihan. Salah satu menu yang paling banyak diburu adalah Becek Mentok. Menu ini merupakan olahan daging unggas berkuah rempah kuning yang kaya rasa, dengan tekstur daging yang empuk dan meresap.

Bagi yang menyukai sesuatu yang segar, ada Asem-Asem Kutuk (Ikan Gabus) yang bumbunya meresap sampai ke dalam daging. Sementara, untuk pecinta sambal bisa langsung mencoba Penyetan Ikan Asap dengan aroma smoky khasnya yang langsung menggugah selera.

Selain menu yang menggugah selera, tempat ini mempunyai konsep bangunan yang unik. Rumah Makan KM 07 mengusung arsitektur joglo terbuka dengan deretan gazebo bambu yang dikelilingi hamparan sawah.

Angin sepoi-sepoi berhembus bebas, membangun suasana tenang jauh dari keramaian kota. Tempat ini sangat cocok dinikmati untuk bersantai bersama tema maupun keluarga.

Pemilik rumah makan, Subandi, mengungkapkan bahwa konsep ini memang disengaja. “Kami ingin pengunjung tidak hanya sekadar makan, tetapi juga menikmati ketenangan suasana pedesaan yang asri bersama keluarga atau teman-teman,” ujarnya.

Tempat ini dinilai sangat cocok untuk berbagai keperluan, mulai dari makan bersama keluarga besar, kumpul komunitas, hingga pertemuan bisnis yang ingin suasana lebih santai dan tidak kaku.

Untuk lokasinya, Rumah Makan KM 07 berada di Jalan Jurusan Lamongan–Mantup, Dusun Pule, Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Patokan termudah untuk menemukan tempat ini adalah SMK Muhammadiyah 13 Tikung, tepat di sebelahnya ada patung ikan yang menjadi penanda gerbang masuk menuju lokasi.

Meski berada di tengah pedesaan, fasilitas parkir di sini sangat terjamin. Area parkir yang tersedia cukup luas dan sanggup menampung hingga 30 unit mobil, sehingga pengunjung yang datang berombongan tidak perlu pusing soal tempat parkir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *