Kabar Lamongan – Penerbit HAS memperingati International Women’s Day (IWD) dengan menghadirkan sejumlah rekomendasi buku tentang perempuan. IWD sendiri merupakan gerakan yang lahir sejak awal 1900-an hingga akhirnya resmi diperingati pada tanggal 8 Maret.
Memperingati IWD dengan membaca buku merupakan hal yang tepat dan menyenangkan. Ini karena banyak buku menarik dengan kisah menginspirasi lahir dari goresan tangan para perempuan di Indonesia. Jadi, berikut ini adalah rekomendasinya untuk kamu.
1. Tiga Perempuan Bercerita
Pilihan pertama datang dari novel Tiga Perempuan Bercerita karya Inge Onma. Sesuai judulnya, buku ini membawa pembaca masuk ke dalam kehidupan tiga perempuan dari tiga generasi yang berbeda, yaitu Ona, Yana, dan Cher.
Masing-masing dari mereka membawa beban, mimpi, dan kisah cintanya sendiri. Namun, ketiganya tetap terhubung dalam satu benang merah yang sama, yakni keinginan untuk hidup penuh makna di tengah segala keterbatasan.
2. Ketenangan yang Kupilih
Dari tema yang serupa, hadir Ketenangan yang Kupilih karya Marwah Gama. Buku ini adalah sebuah tulisan yang mengajak pembaca untuk berdiam sejenak. Tokoh utamanya adalah seorang perempuan yang sedang meniti dunia luar, sementara di dalam dirinya berkecamuk pertanyaan-pertanyaan yang tak mudah ia jawab.
Pertanyaan tentang penerimaan, keikhlasan, dan kepercayaan pada takdir menjadi tiga pilar yang menopang perjalanan batinnya. Buku ini bukan tentang kemenangan yang dramatis, melainkan tentang keberanian untuk berdamai dengan diri sendiri.
3. Tentang Safeea
Selanjutnya adalah buku Tentang Safeea karya Khadijah Safeea Almukarromah. Buku ini bercerita tentang seorang gadis bernama Feea yang harus belajar berdiri sendiri jauh sebelum ia benar-benar siap.
Tanpa kehadiran ibunya, Feea tumbuh di Jogja–kota yang kerap digambarkan hangat dan penuh kenangan–namun baginya, kota itu justru menjadi saksi bisu dari luka, tekanan, dan tuntutan yang datang terlalu cepat.
Kehadiran Kak Ali dalam hidupnya membawa warna baru yang tak sederhana. Ada kasih di sana, tetapi ada luka juga, dan rasa tak berdaya yang kadang lebih berat dari keduanya. Novel ini pada akhirnya adalah tentang seorang anak yang mencari cinta, makna, dan alasan untuk tetap bertahan di dunia yang tidak selalu berpihak padanya.
4. Kokoro Kara
Berbeda dari kisah-kisah sebelumnya, Kokoro Kara karya Sudjianto hadir dengan latar yang lebih kompleks dan emosi yang lebih gelap. Tokoh utamanya, Keiko, adalah seorang ibu rumah tangga yang selama bertahun-tahun membangun citra sempurna.
Ia adalah seorang istri yang baik, ibu yang ideal, perempuan yang tak pernah mengeluh. Namun, di balik semua itu, ada kekosongan yang diam-diam menggerogoti. Ketika secercah harapan datang dari arah yang tidak seharusnya, Keiko terjebak dalam sebuah pilihan yang tidak memiliki jawaban yang benar.
5. Nayanika
Terakhir adalah Nayanika karya Yeni Usmayanti. Karya ini bagaikan sebuah surat panjang untuk siapa pun yang pernah merasa hidupnya bukan miliknya sendiri.
Dengan bahasa yang puitis, Yeni membawa pembaca menyusuri perjalanan batin seorang perempuan yang belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa perempuan pilih, dan tidak semua luka perlu mereka lawan.
Ada satu kalimat di dalamnya yang sulit untuk kamu lupakan begitu saja, yaitu bahwa takdir sudah tertakar, dan apa yang memang menjadi milikmu tidak akan pernah tertukar. Kalimat itu bukan ajakan untuk menyerah, melainkan undangan untuk bernapas lebih lega.
Lima buku, lima suara perempuan yang berbeda, namun semuanya berbicara tentang hal yang sama. Kelimanya menceritakan tentang bertahan, tentang memilih, dan tentang menemukan diri sendiri di tengah dunia yang tidak selalu memberi ruang.
Semua rekomendasi buku tentang perempuan dari Penerbit HAS ini bisa kamu temukan di detakpustakatoko.com. Karya-karya tersebut adalah gambaran nyata kehidupan perempuan dengan berbagai latar belakang. Di mana kadang kala, kehidupan itu tak selalu mulus, karena tiap langka penuh duri yang menusuk.







