Wabup Dirham dalam rapat TKPKD, Selasa (06/01/2026). (Humas/Diskominfo Lamongan).Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menggelar Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) pada awal tahun 2026, bertempat di Ruang Airlangga, Lantai 3 Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan, Selasa (06/01/2026).
Rapat TKPKD tersebut merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemkab Lamongan dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua TKPKD Kabupaten Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyampaikan bahwa percepatan pengentasan kemiskinan tidak semata-mata diarahkan pada penurunan angka statistik, tetapi juga memastikan seluruh program intervensi berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Pengentasan kemiskinan merupakan isu strategis nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto poin keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan,” ujar Dirham.
Ia menjelaskan bahwa tren angka kemiskinan di Kabupaten Lamongan menunjukkan penurunan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, angka kemiskinan tercatat sebesar 12,42 persen, kemudian turun menjadi 12,16 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 12,03 persen pada 2025.
Berdasarkan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan angka kemiskinan pada tahun 2026 dapat ditekan hingga 11,95 persen. Menurut Dirham, yang akrab disapa Mas Dirham, keberhasilan penurunan angka kemiskinan di tahun-tahun sebelumnya menjadi indikator bahwa berbagai program yang telah dijalankan berjalan secara efektif.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Lamongan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya penguatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, penyediaan transportasi rujukan persalinan, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, serta peningkatan layanan kesehatan bagi anak usia pendidikan dasar.
Selain itu, upaya percepatan juga difokuskan pada pengelolaan layanan gizi masyarakat, peningkatan kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, pelayanan penyakit menular dan tidak menular, serta penguatan layanan kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak.
Di sektor ketahanan pangan dan administrasi kependudukan, Pemkab Lamongan menyiapkan program penyediaan infrastruktur pangan, edukasi konsumsi pangan beragam dan bergizi, pemanfaatan pekarangan untuk sumber pangan keluarga, pemantauan ketersediaan stok pangan di pasar, hingga percepatan penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil, khususnya bagi penderita stunting.
Pemkab Lamongan optimistis, melalui sinergi lintas sektor serta penguatan program yang berkelanjutan, target percepatan pengentasan kemiskinan dapat tercapai sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.
Tidak ada komentar