Kabar Lamongan – Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kabupaten Lamongan mengadakan rapat pleno sekaligus lomba berkebaya di Pendopo Lokatantra Lamongan, Senin (11/05/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147.
Ketua DPC IWAPI Lamongan, Anis Kartikawati, menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Baginya, momen ini adalah ruang nyata bagi perempuan Lamongan untuk terus mengasah kemampuan dan terlibat langsung dalam roda pembangunan ekonomi.
“Rangkaian acara hari ini juga menjadi momentum bagi kita semua khususnya perempuan Indonesia, untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Anis.
Ia juga menegaskan bahwa perempuan memikul peran yang tidak kecil, baik di lingkup keluarga, kehidupan sosial, maupun dunia usaha. Oleh karena itu, perempuan dituntut tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan mandiri, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya yang diwarisi leluhur.
Tak hanya soal bisnis, semangat budaya juga kental terasa dalam acara tersebut. Puluhan anggota IWAPI Lamongan turut unjuk kreasi dalam lomba berkebaya, menampilkan beragam gaya mulai dari kebaya klasik hingga sentuhan modern.
“Kebaya adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan. Lewat lomba ini, kami ingin menunjukkan bahwa perempuan pengusaha Lamongan tetap berakar pada budaya meski aktif di dunia bisnis,” tambah Anis.
Di sisi lain, rapat pleno yang digelar bersamaan membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya program kerja tahun 2026, penguatan jejaring usaha antaranggota, serta strategi pendampingan UMKM perempuan di wilayah Lamongan.
Anis berharap, kegiatan ini bisa menjadi titik pijak untuk mempererat hubungan antar anggota. “Kami harap dapat menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan semangat kebersamaan antara anggota IWAPI Cabang Lamongan,” pungkasnya.
Rapat pleno dan lomba berkebaya ini dihadiri oleh pengurus dan anggota IWAPI Lamongan, perwakilan berbagai organisasi perempuan, serta para pelaku UMKM binaan. Suasana berlangsung meriah, diwarnai nuansa kebaya dan semangat Kartini yang tetap membara di era modern.







