Kabar Lamongan – Raisa Premiera adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak yang tinggal di Jakarta. Di sela kesehariannya, ia berhasil merampungkan novel pertamanya yang berjudul Nostalgia. Buku tersebut diterbitkan melalui Detak Pustaka.
Proses penulisan Nostalgia memakan waktu sekitar satu tahun, tepatnya di masa awal pandemi COVID-19 pada 2020. Saat itu, Raisa lebih banyak berada di rumah dan kebetulan sedang memiliki ide cerita. Ia pun memanfaatkan waktunya untuk menulis.
Karena situasi lockdown, Raisa tidak merasa kesulitan membagi waktu antara aktivitas harian dan menulis. Tantangan yang ia hadapi hanya satu, yakni ketika ide cerita mendadak buntu.
Cerita Dua Mantan Kekasih di Kantor Jakarta
Novel ini mengisahkan dua orang mantan kekasih yang dulu berkuliah di Kanada. Mereka kembali bertemu saat sudah bekerja di sebuah kantor di Jakarta. Raisa menjelaskan bahwa ide cerita ini sebagian besar murni berasal dari imajinasinya. Menurutnya, kisah seperti ini akan terasa lucu dan menarik.
Meski demikian, ada sedikit pengaruh dari pengalaman pribadinya, khususnya untuk latar kehidupan di Kanada dan suasana kerja di kantor Jakarta. Keduanya memang pernah ia alami sendiri, karena ia pernah tinggal di Kanada dan pernah bekerja kantoran di Jakarta.
Saat Ide Buntu, Raisa Memilih Menunggu
Ketika menghadapi kebuntuan, Raisa Premiera tidak memaksakan diri. Ia berpendapat bahwa ide memang tidak bisa dipaksa muncul, sehingga kadang ia perlu menunggu hingga ide baru datang.
Meski begitu, ada beberapa hal yang biasanya cukup membantu, yaitu membaca buku, menonton film, dan berbincang dengan orang lain. Dari kegiatan-kegiatan itulah, menurutnya, inspirasi baru kadang bisa muncul.
Bagian Perpisahan yang Paling Berkesan
Dari seluruh isi novel, Raisa Premiera paling menyukai bagian perpisahan. Bagian ini menjadi salah satu klimaks cerita dan cukup menguras emosinya ketika ia menulisnya.
“Ini karena lumayan menguras emosi ketika menulisnya,” ungkapnya.
Mencari Penerbit untuk ISBN
Ada satu alasan mengapa Raisa akhirnya memilih Detak Pustaka sebagai tempat menerbitkan bukunya. Raisa mengaku, saat itu ia sedang mencari penerbit yang dapat membantunya mendapatkan ISBN. Pilihan itu akhirnya jatuh pada Detak Pustaka. Ia menilai komunikasi serta proses kerja sama dengan penerbit berjalan sangat lancar.
“Dan alhamdulillah komunikasi serta proses kerja sama dengan Detak Pustaka sangat lancar,” katanya.
Masih Menyimpan Ide untuk Cerita Berikutnya
Di akhir perbincangan, Raisa Premiera mengaku mempunyai keinginan menulis buku lain. Ia sebenarnya sudah punya ide untuk cerita baru, tetapi belum sempat memulainya karena masih mengerjakan proyek lain. Jika waktunya sudah memungkinkan, ia berharap bisa fokus mulai menulis cerita tersebut.
“Mungkin kalau sudah ada waktu, bisa mulai fokus buat mulai menulis cerita baru,” pungkasnya.







