Kabar Lamongan – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Rachmat Pambudy, menilai integrasi antara sektor pertanian dan industri menjadi kekuatan utama Kabupaten Lamongan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Pantai Utara (Pantura).
“Lamongan memiliki kekuatan di sektor pertanian yang dapat diintegrasikan dengan industri sehingga menciptakan nilai tambah,” ujar Rachmat Pambudy, dilansir dari Antara, Jumat (31/07/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat Pambudy saat meninjau kawasan industri Pantura di PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS), Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Menurutnya, Lamongan memiliki fondasi yang kuat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru karena didukung oleh sektor pertanian yang besar serta potensi pengembangan industri yang masih sangat luas. Rachmat juga mengapresiasi keberadaan PT LIS yang telah memiliki fasilitas pelabuhan berstandar internasional.
Ia menekankan bahwa pengembangan pelabuhan perlu dibarengi dengan peningkatan konektivitas infrastruktur jalan guna memperkuat investasi, memperlancar sistem logistik, serta mempercepat pengembangan kawasan industri Pantura.
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa struktur perekonomian daerahnya masih didominasi sektor pertanian yang menyumbang sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Adapun sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sekitar 12 persen.
Ia menambahkan, Kabupaten Lamongan telah menetapkan kawasan peruntukan industri seluas 7.419 hektare, dengan sekitar 6.128 hektare lahan yang masih tersedia untuk pengembangan investasi baru. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mengusulkan sejumlah proyek strategis kepada pemerintah pusat.
Proyek tersebut di antaranya adalah pelebaran Jalan Daendels yang menghubungkan Manyar di Kabupaten Gresik hingga perbatasan Kabupaten Tuban, percepatan pembangunan Jalan Tol Gresik–Tuban, serta pengembangan sistem penyediaan air bersih untuk mendukung kebutuhan industri dan investasi.






