Kabar Lamongan – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah akan terus berlanjut pada tahun 2026. Sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Lamongan menjadi sasaran prioritas revitalisasi, terutama sekolah yang berada di daerah rawan banjir.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Biyanto, saat menghadiri peresmian Gedung SD Muhammadiyah di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, pada Minggu, 25 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Biyanto menjelaskan bahwa peresmian sejumlah gedung sekolah hasil revitalisasi menandai berakhirnya program refit atau perbaikan sarana pendidikan untuk jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA pada tahun anggaran 2025.
Ia menyebutkan, program revitalisasi sekolah pada tahun lalu awalnya ditargetkan menjangkau 14.440 satuan pendidikan. Namun, melalui skema efisiensi sewa kelola, realisasi program justru mampu mencakup lebih dari 16 ribu sekolah di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, dari target awal 14.440 sekolah, melalui efisiensi sewa kelola, revitalisasi bisa menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan,” ujar Biyanto.
Menurutnya, pada tahun 2026 program revitalisasi akan tetap dilanjutkan, baik untuk sekolah yang sebelumnya sudah pernah menerima bantuan maupun sekolah yang sama sekali belum tersentuh program tersebut.
Biyanto menilai, skema revitalisasi menjadi solusi paling memungkinkan bagi sekolah-sekolah yang setiap tahun terdampak bencana alam, khususnya banjir. Model serupa telah diterapkan di sejumlah daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Untuk sekolah-sekolah yang setiap tahun mengalami banjir, skema bantuan yang paling memungkinkan memang melalui revitalisasi. Nantinya desain konstruksi akan disesuaikan oleh tim teknis agar lebih aman dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA hingga SMK, diperbolehkan mengajukan bantuan revitalisasi. Pada tahun ini, pemerintah melalui APBN telah mengalokasikan anggaran untuk sekitar 11 ribu satuan pendidikan.
Selain itu, Presiden juga menyatakan komitmennya untuk menambah cakupan revitalisasi hingga 60 ribu sekolah, sehingga secara keseluruhan dapat menjangkau lebih dari 70 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.







