PT BMI Lamongan Mulai Gunakan Gas Bumi PT PGN Tbk

mariana
4 Jan 2026 04:26
Bisnis 0 65
2 menit membaca

Kabar Lamongan – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) resmi menyalurkan gas bumi ke PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan, menandai langkah penting menuju operasional pabrik yang lebih efisien dan stabil.

Aliran gas perdana dimulai pada 1 Januari 2026. Momentum ini sekaligus membuka babak baru pemanfaatan energi bersih di kawasan industri pesisir utara Jawa Timur. Pada tahap awal, BMI Lamongan memanfaatkan sekitar 15.000 meter kubik gas bumi per bulan untuk mendukung proses produksinya.

Namun, angka tersebut bukan target akhir. Seiring dengan penyesuaian sistem produksi dan peningkatan kapasitas pabrik, konsumsi gas bumi ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 80.000 meter kubik per bulan.

Pasokan energi yang stabil menjadi faktor krusial bagi industri pengolahan, terutama untuk menekan risiko waktu henti produksi serta menjaga biaya operasional tetap terkendali.

Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief, menyampaikan bahwa penyaluran gas bumi ke PT BMI Lamongan merupakan jawaban atas kebutuhan industri akan sumber energi yang efisien sekaligus berkelanjutan.

“Gas bumi memberi kepastian pasokan bagi industri. Efisiensi operasional meningkat dan arah transisi energi nasional bisa dijalankan dari level pabrik,” ujar Faishal.

Manfaat penggunaan gas bumi pun langsung dirasakan oleh pihak BMI Lamongan. Manajemen perusahaan menilai, energi gas membantu menjaga kestabilan proses produksi sekaligus menekan konsumsi energi secara keseluruhan.

Lebih jauh, kerja sama ini tidak hanya berdampak pada aspek teknis energi semata. Masuknya gas bumi ke sektor industri dinilai mampu memperkuat daya saing Lamongan sebagai daerah industri, membuka peluang ekspansi usaha, serta menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.

Industri yang beroperasi lebih efisien juga berpotensi menyerap tenaga kerja lebih banyak dan mendorong pergerakan ekonomi lokal. PGN berharap, langkah yang dimulai dari BMI Lamongan ini dapat menjadi pemicu bagi pelaku industri lain untuk beralih ke energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dari pipa gas yang mulai mengalir sejak awal tahun, tersimpan harapan besar terhadap industri nasional yang semakin tangguh, biaya produksi yang lebih rasional, serta ekonomi daerah yang bergerak lebih cepat dan berdaya saing.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *