Program Bongkar Ratoon 2026, Lamongan Usulkan 940,18 Hektar Lahan Tebu

Berita, Desa113 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan mengajukan lahan tebu seluas 940,18 hektar untuk mengikuti Program Bongkar Ratoon 2026, sebagai bentuk dukungan terhadap target swasembada gula nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan pengajuan lahan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada gula nasional melalui peningkatan produktivitas tanaman tebu.

“Kami akan mendorong dengan berbagai fasilitas yang ada dan berbagai kebutuhan untuk menyukseskan swasembada gula. Untuk itu mari bersama-sama berkomitmen menyukseskan program di wilayah masing-masing sehingga hasilnya dapat lebih baik,” ujar Yuhronur saat panen tebu serentak di Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kamis (18/06/2026).

Menurutnya, upaya peningkatan produktivitas tebu harus terus dilakukan agar kontribusi Kabupaten Lamongan terhadap produksi gula nasional semakin besar, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi para petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, Mugito, menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan bagian dari alokasi Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 1.385 hektar yang diterima Lamongan pada tahun 2026.

“Hingga hari ini kami sudah mengirim ke provinsi dan Kementerian Pertanian usulan lahan seluas 940,18 hektar. Masih ada sekitar 444 hektar yang dapat kami usulkan bagi petani yang ingin mengikuti program ini,” kata Mugito.

Ia menuturkan, petani yang menjadi peserta program akan mendapatkan bantuan sebanyak 60 ribu mata tunas per hektar. Adapun luas lahan maksimal yang dapat diajukan dalam program tersebut mencapai lima hektar per petani.

Selain bantuan benih, peserta program juga akan menerima dukungan biaya hari orang kerja (HOK) sekitar Rp4 juta per hektar guna menunjang pelaksanaan kegiatan bongkar ratoon di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, para petani di desa setempat menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah, antara lain dukungan sarana dan prasarana mekanisasi pertanian, ketersediaan pupuk bersubsidi, serta peningkatan daya saing usaha tani tebu agar keberlanjutan produksi di daerah tetap terjaga.

Pemkab Lamongan berharap perluasan Program Bongkar Ratoon pada 2026 dapat meningkatkan produktivitas lahan tebu sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung target swasembada gula nasional.

Sebagai informasi, Program Bongkar Ratoon merupakan program strategis dari Kementerian Pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas tebu melalui peremajaan tanaman, sehingga mampu mendorong peningkatan produksi gula nasional.

Pada 2025, Kabupaten Lamongan memperoleh bantuan Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 274,26 hektar. Berdasarkan data DKPP setempat, produksi tebu di Lamongan pada tahun yang sama mencapai 23.318 ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *