Peternak Lamongan Bangga, Sapi Lokal Dipilih Presiden Prabowo Subianto untuk Kurban

Peristiwa90 Dilihat

Kabar Lamongan – Presiden RI Prabowo Subianto membeli dua ekor sapi berukuran jumbo dari peternak Kabupaten Lamongan untuk dijadikan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah/2026.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan, Sofiah Nur Hayati, mengonfirmasi hal tersebut di Lamongan, Rabu (13/05/2026). Kedua sapi itu berasal dari dua kecamatan berbeda, yakni Kembangbahu dan Solokuro.

“Satu sapi untuk kurban di Kabupaten Lamongan dan satu lagi untuk tingkat provinsi,” ujar Sofiah.

Sapi pertama adalah jenis Simental milik H. Suwigyo, peternak dari Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, dengan bobot sekitar 1,2 ton. Sapi kedua berjenis Peranakan Ongole (PO) milik Udin, peternak asal Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, dengan berat 1,05 ton.

Sofiah memastikan keduanya sudah lolos pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak sebagai hewan kurban Presiden. “Tim kami sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan kondisi ternak secara menyeluruh,” katanya.

Selain pengawasan kesehatan, Disnakeswan Lamongan juga menggencarkan sosialisasi menjelang Idul Adha 2026, termasuk edukasi tata cara penyembelihan halal dan higienis bersama Juru Sembelih Halal (Juleha), guna memastikan proses penyembelihan memenuhi aspek syariat, kesehatan, dan kesejahteraan hewan.

Menurut Sofiah, terpilihnya sapi peternak Lamongan sebagai hewan kurban Presiden merupakan bentuk apresiasi nyata terhadap kualitas peternakan lokal. Ia berharap hal ini bisa mendorong para peternak untuk terus meningkatkan kualitas perawatan dan pembibitan ternak.

“Lamongan selama ini memang menjadi salah satu daerah pemasok ternak sapi di Jawa Timur,” tuturnya.

Berdasarkan data Disnakeswan Lamongan tahun 2026, populasi sapi di kabupaten ini mencapai 107.470 ekor dan dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus memperkuat pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) lewat program vaksinasi, termasuk distribusi 14.000 dosis vaksin bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada awal 2026, serta memperketat pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *