Pertandingan PSIS vs Persela Berakhir Imbang 1-1, Drama VAR Jadi Sorotan

Olahraga161 Dilihat

Kabar Lamongan – Pertandingan perdana putaran ketiga Liga Championship 2025/2026 antara PSIS Semarang melawan Persela Lamongan di Stadion Jatidiri, Minggu (15/02/2026) sore, berlangsung panas dan penuh drama.

Meski harus bermain dengan 10 orang, Persela Lamongan berhasil mencuri satu poin usai menahan imbang PSIS Semarang dengan skor 1-1.

Sejak menit awal, kedua tim langsung tampil agresif. Wasit bahkan sempat menghentikan jalannya pertandingan untuk mengecek VAR, menyusul tensi tinggi dan keinginan kedua tim untuk mencetak gol cepat.

Persela hampir membuka keunggulan lebih dulu lewat pergerakan Daniel Goncalves yang bebas di area pertahanan PSIS dan mengirimkan assist matang. Namun, peluang tersebut terbuang karena tak ada rekan setim yang berhasil menyambut bola.

PSIS Semarang tak tinggal diam. Pada menit ke-9, Tegar Infantrie mencoba peruntungan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi masih bisa diamankan kiper Persela. Petaka justru menimpa tuan rumah di menit ke-14. Kesalahan Ibrahim Sanjaya yang lengah dimanfaatkan Persela Lamongan.

Crossing dari sisi sayap berhasil disambut Hambali Tolib dan menggetarkan gawang PSIS. Skor pun berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Tertinggal satu gol, PSIS meningkatkan intensitas serangan. Madilesa mendapat peluang pada menit ke-27 usai menusuk dari sisi pertahanan Persela, namun eksekusinya tidak mengarah ke gawang.

Tekanan berlanjut hingga menit ke-32, ketika PSIS melancarkan serangan bertubi-tubi, tetapi solidnya pertahanan Persela membuat para pemain tuan rumah melayangkan protes.

Wasit kemudian mengecek VAR dan memutuskan mengeluarkan kartu merah untuk pemain Persela, Titan Agung. Alhasil, Laskar Joko Tingkir harus melanjutkan laga dengan 10 pemain. Meski unggul jumlah pemain, PSIS belum mampu menyamakan kedudukan hingga babak pertama berakhir. Skor tetap 0-1 untuk keunggulan Persela Lamongan.

Memasuki babak kedua, PSIS sempat bersorak setelah gol dari situasi sepak pojok. Octavio Dutra sukses menanduk bola hasil umpan dari sisi kiri dan mengirimkannya ke gawang Persela. Namun, euforia itu sirna setelah wasit Bangkit Sanjaya kembali mengecek VAR. Gol dianulir karena Madilesa dinyatakan berada dalam posisi offside.

Pertandingan kembali berjalan ketat. Pada menit ke-74, Rafinha nyaris menyamakan skor lewat tendangan placing dari luar kotak penalti. Kiper Rafli Mahreza sudah tak mampu menjangkau bola, tetapi bola hanya membentur mistar gawang dan keluar lapangan.

Persela Lamongan hampir kembali memperlebar keunggulan pada menit ke-80 lewat serangan balik cepat. Beruntung bagi PSIS, kiper Mario Fabiyo Londok tampil sigap dan berhasil menggagalkan peluang emas tersebut. Satu menit berselang, Rafinha kembali mendapat peluang, namun lagi-lagi Rafli Mahreza tampil solid di bawah mistar.

Gol yang dinanti PSIS akhirnya datang di masa tambahan waktu babak kedua. Berawal dari kemelut di kotak penalti, Octavio Dutra melepaskan tembakan keras memanfaatkan second ball. Bola sempat mengenai kaki Rafinha sebelum akhirnya mengalir masuk ke gawang Persela. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Drama belum usai. Pada menit ke-90+7, PSIS Semarang kembali mencetak gol melalui Octavio Dutra. Namun setelah kembali mengecek VAR, wasit menganulir gol tersebut karena adanya indikasi offside sekaligus menghalangi pandangan kiper saat proses sundulan terjadi.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Pertandingan sengit antara Persela dan PSIS pun berakhir imbang 1-1, dengan Persela Lamongan sukses mencuri poin penting meski bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *