Kabar Lamongan – Perjalanan kepenulisan hingga meraih prestasi membanggakan datang dari Quinsha Nailah Adilah. Quinsha adalah seorang pelajar yang mengisi kesehariannya dengan sekolah, mengerjakan PR, belajar, dan sesekali menulis ketika ada event.
Tidak banyak yang Quinsha ungkapan dalam perjalanan kepenulisan hingga mencapai prestasi. Namun, ia membuktikan bahwa perjalanan yang sederhana itu, bisa berbuah manis.
Baru-baru ini, Quinsha berhasil meraih Juara 3 di Event Lomba Cerpen Batch 22 Volume 2 yang diadakan oleh Halo Penulis. Pencapaian ini menambah panjang daftar prestasinya, karena sebelumnya ia sudah lebih dari dua puluh kali mengikuti berbagai event di platform yang sama.
Event yang ia ikuti juga tidak hanya satu kategori. Ia mengikuti event, mulai dari lomba puisi, lomba surat, lomba cerpen, hingga menulis bareng, dan hampir semuanya berhasil ia tembus sebagai penulis terpilih.
Cerpen yang Tidak Ia Sangka
Cerpen yang Quinsha ikut sertakan di Batch 22 mengangkat tema berdamai dengan luka. Ceritanya mengikuti perjalanan batin tokoh bernama Shaquin yang berusaha berdamai dengan perasaan tidak cukup, sehingga menjadi beban yang muncul akibat kehilangan dan penolakan yang pernah ia alami.
Yang menarik, Quinsha sendiri awalnya tidak terlalu yakin dengan karyanya itu. Menurutnya, cerpen tersebut terasa biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Oleh karena itu, ia cukup terkejut sekaligus sangat senang ketika mendapati namanya muncul di pengumuman pemenang.
Ide cerita itu ia ambil dari dua sumber, sebagian dari pengalaman pribadi seperti kebiasaannya overthinking, dan sebagian lagi dari imajinasi. Baginya, menulis dari pengalaman yang pernah benar-benar dirasakan membuat proses bercerita menjadi lebih mudah dan lebih mengalir.
Blank, Bingung, dan Cara Mengatasinya
Dalam proses menulis, Quinsha menghadapi beberapa tantangan yang cukup umum dirasakan penulis, seperti tiba-tiba blank, bingung menentukan ending, dan kebanjiran ide sampai sulit memilih tulisan mana yang akan dikirim untuk lomba.
Ketika buntu, ia memilih untuk berhenti sejenak dan beristirahat, lalu kembali menulis saat mood sudah kembali baik. Menurutnya, mood adalah hal yang penting dalam menulis. Sementara, jika bingung dengan tulisannya sendiri, ia biasanya meminta pendapat orang lain sebagai bahan pertimbangan.
Untuk menjaga mood tetap baik saat menulis, Quinsha punya beberapa kebiasaan kecil, seperti makan camilan, minum teh hijau, atau yang paling sering ia lakukan adalah memeluk guling. Katanya, gulingnya terasa punya efek tersendiri yang membuatnya selalu merasa senang setiap kali memeluknya.
Respons Orang Sekitar
Ketika tahu Quinsha masuk sebagai juara, orang-orang di sekitarnya ikut senang, bangga, dan tidak sedikit yang kaget. Respons itu menjadi hal yang menyenangkan tersendiri bagi Quinsha di tengah kesibukannya sebagai pelajar.
“Ikut seneng sih pasti, bangga, kaget juga,” terangnya.
Tips dan Pesan
Satu hal yang selalu Quinsha terapkan dalam menulis adalah menuangkan cerita dari pengalaman yang pernah ia atau orang-orang terdekatnya rasakan. Dengan begitu, ide lebih mudah mengalir dan cerita terasa lebih dekat dengan pembaca.
Dan untuk para penulis yang masih ragu mengirimkan karya ke perlombaan, Quinsha meninggalkan satu pesan yang ringkas, namun bermakna. “Jangan ragu untuk mencoba,” pungkasnya menutup perbincangan.







