Kabar Lamongan – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, melakukan peresmian program revitalisasi sekolah jenjang TK, SD, dan SMP–baik negeri maupun swasta–untuk Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Lamongan, Jumat (06/03/2026). Acara peresmian revitalisasi sekolah ini dipusatkan di SMP Negeri 1 Lamongan.
Di hadapan para tamu undangan, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi ini bukan sekadar proyek biasa. Ia menyebut pembangunan sarana pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah yang mendukung visi pembangunan nasional sekaligus Asta Cita Presiden RI dalam melahirkan generasi unggul bangsa.
“Pembangunan fisik itu adalah raga yang penting, karena pembelajaran akan berjalan baik jika didukung faktor eksternal seperti gedung yang layak,” ujarnya dalam sambutan.
Tak hanya soal infrastruktur, Abdul Mu’ti juga menyinggung pentingnya kualitas guru. Pemerintah pusat, katanya, terus mendorong peningkatan kompetensi akademik, sosial, dan profesional para pendidik.
Di samping itu, penguatan karakter siswa juga menjadi perhatian serius melalui gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Gerakan tersebut merupakan program yang dirancang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Selain itu, Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa Lamongan merupakan daerah yang berpeluang mendapatkan tambahan program revitalisasi pada tahun 2026 mendatang.
Untuk tahun 2025, sebanyak 47 satuan pendidikan di Lamongan masuk dalam daftar penerima program, terdiri dari 4 TK/PAUD, 23 SD, dan 20 SMP. Ruang lingkup pekerjaannya mencakup pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, serta berbagai gedung penunjang lainnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Lamongan, Safiudin, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Baginya, program ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir dan memastikan setiap anak Indonesia bisa belajar di fasilitas yang layak.
Hal senada juga disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menyambut antusias program revitalisasi dari pemerintah pusat, dan berharap pembangunan fasilitas pendidikan ini bisa mendongkrak kualitas proses belajar mengajar di Lamongan.
“Hari ini bersama Bapak Menteri kita meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 di Lamongan. Ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kita semua untuk terus berbakti pada dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi emas,” katanya.
Pak Yes juga menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lamongan tak tinggal diam dalam urusan pendidikan. Melalui program Beasiswa Perintis, Pemkab telah membantu hampir 8 ribu siswa Lamongan hingga saat ini. Beasiswa ini adalah wujud komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.







