Kabar Lamongan – Setiap buku yang beredar di pasaran biasanya akan memiliki kode identifikasi resmi. Kode ini bisa berupa ISBN atau QRCBN. Namun, meski sama-sama kode identifikasi, keduanya memiliki perbedaan. Oleh karena itu, artikel kali ini akan membahas perbedaan ISBN dan QRCBN.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang perbedaan ISBN dan QRCBN, alangkah baiknya jika mengetahui lebih dulu apa itu ISBN dan QRCBN. Mengetahui definisi keduanya dapat menambah pemahaman sebelum masuk pada penjelasan tentang perbedaan keduanya.
Pengertian ISBN
ISBN atau International Standard Book Number merupakan sistem penomoran buku secara internasional. Badan yang mengelola ISBN Internasional berada di London, Inggris. Di Indonesia, kewenangan penerbitan ISBN berada di tangan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Tak hanya menerbitkan ISBN, Perpusnas RI juga memiliki peran untuk memberikan informasi, bimbingan, serta mengatur pencantuman ISBN dan KTD (Katalog Dalam Terbitan). KTD sendiri adalah deskripsi bibliografis yang disusun berdasarkan data dari penerbit dan tercantum pada halaman balik judul sebagai bagian dari kelengkapan penerbitan buku.
International Standard Book Number atau ISBN tentunya memiliki sejumlah fungsi penting. Fungsi-fungsi tersebut berkaitan dengan sebuah buku. Berikut adalah fungsi dari ISBN:
- Memberikan identitas resmi pada buku yang terbit.
- Memperlancar proses distribusi buku.
- Menghindari kesalahan dalam pemesanan.
- Menjadi sarana promosi karena Badan Nasional ISBN Indonesia menyebarluaskan data buku.
Secara struktur, ISBN terdiri dari 13 digit angka. Tiga digit pertama menunjukkan prefiks negara, kemudian kode penerbit, judul, edisi, dan terakhir adalah digit verifikasi. Sistem ini telah digunakan lebih dari 50 tahun dan diakui sebagai standar industri global.
ISBN dapat digunakan untuk buku cetak maupun buku elektronik. Bahkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, penggunaan ISBN bersifat wajib bagi setiap buku yang terbit.
Pengertian QRCBN
Selanjutnya adalah QRCBN atau Quick Response Code Book Number. Berbeda dengan ISBN yang berbentuk angka, QRCBN berupa kode QR atau kode batang yang ketika kamu pindai akan menampilkan informasi lengkap mengenai buku.
QRCBN terdiri dari 28 karakter alfanumerik (gabungan angka dan huruf) yang dapat kamu akses melalui aplikasi pemindai QR di ponsel pintar. Sistem ini tersedia untuk memfasilitasi pengembangan buku elektronik di Indonesia dan diatur oleh Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI).
Pada dasarnya, fungsi QRCBN serupa dengan ISBN. Namun, meski serupa fungsi ini tentu tidak sama persis. Adapun fungsi dari QRCBN adalah:
- Memberikan identitas pada buku yang telah terbit.
- Membantu distribusi buku.
- Menghindari kekeliruan saat pemesanan.
- Menjadi media promosi.
Menariknya, QRCBN memiliki marketplace tersendiri sehingga memudahkan pembaca untuk menemukan buku. Hal ini tentu menjadi keuntungan tambahan bagi penulis. Meskipun berbeda dengan ISBN, penggunaan QRCBN saat ini masih bersifat sukarela dan secara khusus penerapannya untuk buku elektronik atau e-book.
Perbedaan Utama ISBN dan QRCBN
Jika kamu sudah memahami penertian dari masing-masing kode identifikasi buku, maka di bawah ini adalah penjelasan tentang perbedaan ISBN dan QRCBN. Ada beberapa aspek utama yang membedakan keduanya, antara lain:
1. Tujuan Penggunaan
Kegunaan ISBN adalah untuk mengidentifikasi buku cetak secara global, bahkan bisa juga untuk e-book. Hal ini tentu berbeda dengan QRCBN yang lebih fokus pada identifikasi buku elektronik di Indonesia bukan internasional.
2. Bentuk dan Komponen Kode
Perbedaan selanjutnya terletak pada bentuk serta komponen kode antara keduanya. ISBN berbentuk angka dengan jumlah 13 digit angka. Sementara, QRCBN berbentuk kode QR dan memiliki total 28 karakter alfanumerik.
3. Regulasi
Selanjutnya adalah perbedaan regulasi. ISBN diatur oleh International ISBN Agency dan digunakan secara internasional. Adapun badan yang mengatur ISBN di Indonesia adalah Perpusnas RI. Sedangkan, QRCBN hanya mencakup pasar Indonesia dan badan yang mengaturnya adalah BSNI.
4. Sifat Penggunaan
Di beberapa negara, penggunaan ISBN bersifat wajib. Hal ini tentu saja berbeda dengan QRCBN yang penggunaannya masih bersifat sukarela.
Meski berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mempermudah identifikasi dan distribusi buku, sekaligus membantu pembaca memperoleh informasi yang akurat mengenai buku yang mereka pilih.
Pentingnya Memilih Penerbit yang Memahami Sistem Identifikasi Buku
Bagi penulis, memahami perbedaan ISBN dan QRCBN bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bagian dari strategi profesional dalam menerbitkan karya. Identitas resmi yang jelas akan meningkatkan kredibilitas buku sekaligus memudahkan distribusi dan promosi.
Oleh karena itu, bekerja sama dengan penerbit yang memahami proses pengurusan ISBN dan QRCBN menjadi langkah penting. Salah satu penerbit yang menyediakan layanan tersebut adalah Detak Publisher.
Dengan pengalaman dalam membantu penulis mengurus legalitas buku, termasuk ISBN dan kebutuhan identifikasi lainnya, Detak Publisher dapat menjadi mitra andal bagi penulis yang ingin menerbitkan karya secara resmi, baik dalam bentuk cetak maupun digital.
Di tengah persaingan industri buku yang semakin dinamis, memastikan buku memiliki identitas yang resmi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. ISBN dan QRCBN hadir sebagai dua sistem yang saling melengkapi dan menghubungkan karya penulis dengan pembaca, baik di rak toko buku maupun di layar gawai.







