Kabar Lamongan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan berhasil membongkar aksi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang dilakukan dua warga asal Kecamatan Ngimbang.
Untuk melancarkan aksinya, keduanya memanfaatkan surat rekomendasi dari Dinas Pertanian. Di mana, dokumen tersebut sejatinya diterbitkan untuk mendukung kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan) para petani setempat.
Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Rizky Akbar Kurniadi, membenarkan penangkapan tersangka penimbunan BBM subsidi tersebut pada Kamis (16/04/2026).
“Kita amankan 2 tersangka dan melakukan penahanan di Rutan Polres Lamongan,” ujarnya.
Menurut AKP Rizky, kasus ini terungkap dari serangkaian penyelidikan intensif terkait dugaan penyimpangan distribusi energi di wilayah hukum Polres Lamongan.
Kedua tersangka diketahui menjalankan modus dengan memanfaatkan Surat Keterangan (SK) dari Dinas Pertanian yang memuat rekomendasi pembelian BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite untuk keperluan sektor pertanian. Namun, alih-alih digunakan sebagaimana mestinya, BBM tersebut justru ditimbun lalu dijual kembali ke masyarakat umum.
“Modus tersangka adalah memanfaatkan surat keterangan Dinas Pertanian yang kaitannya untuk kebutuhan pertanian, tetapi malah disalahgunakan, ditimbun dan dijual kembali oleh tersangka,” beber AKP Rizky.
Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa praktik ilegal ini sudah berlangsung cukup lama. Keduanya tercatat mulai beraksi sejak Oktober 2025 hingga akhirnya dibekuk pada April 2026.
Meski dijalankan layaknya usaha rumahan biasa, keuntungan yang mereka raup terbilang lumayan. Dari selisih harga subsidi dan harga pasar yang dijual ke konsumen umum, para tersangka mampu meraup keuntungan bersih hingga Rp250 ribu per hari.
Saat penggerebekan, petugas menyita barang bukti berupa 500 liter BBM bersubsidi campuran Solar dan Pertalite yang tersimpan di dalam sejumlah jeriken besar di rumah tersangka. AKP Rizky menegaskan, penindakan ini merupakan bagian dari dukungan kepolisian terhadap program pemerintah.
“Ini adalah upaya dari kita mendukung program Pak Presiden juga atensi dari Pak Kapolri tentang memanasnya situasi global. Kenaikan harga minyak dunia ini juga bisa memicu kelangkaan BBM di tingkat Kabupaten Lamongan,” pungkasnya.







