Kabar Lamongan – Aksi pencurian meteran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kembali meresahkan warga Kabupaten Lamongan. Kali ini, pelaku menyasar rumah dua warga bernama Masyhudi dan Abdi. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin, 19 Januari 2026, dini hari.
Menurut keterangan Masyhudi, kejadian baru ia sadari saat waktu subuh ketika hendak mengambil air wudhu untuk menunaikan salat. Ia terkejut lantaran air di rumahnya tiba-tiba tidak mengalir seperti biasanya.
Awalnya, Masyhudi mengira gangguan tersebut disebabkan oleh masalah teknis dari pihak PDAM. Namun, setelah dilakukan pengecekan ke bagian depan rumah, ia mendapati meteran air miliknya telah hilang.
“Subuh waktu mau wudhu airnya tidak keluar. Saya kira PDAM mati, lalu istri saya keluar rumah dan melihat meterannya sudah tidak ada,” ujarnya, dikutip dari RRI, Selasa (20/01/2026).
Kejadian serupa juga dialami warga lain bernama Abdi di lokasi berbeda. Berdasarkan kronologi yang ia sampaikan, pencurian diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Abdi menuturkan, saat dirinya bersiap untuk melaksanakan salat subuh, ia mengecek bagian depan ruko kaliotik miliknya. Namun, ia mendapati kondisi keran sudah terlepas dan meteran air raib.
“Pas habis sholat mas mau ngecek halaman kok hilang, sudah banjir semua sini,” katanya.
Diduga kuat, aksi pencurian tersebut dilakukan pada dini hari saat para penghuni rumah tengah terlelap. Akibat hilangnya meteran air, pipa instalasi mengalami kebocoran sehingga air terus mengalir tanpa henti dan meluap di sekitar lokasi kejadian hingga saat ini.
Para korban berharap aparat penegak hukum wilayah Lamongan dapat segera menindaklanjuti maraknya pencurian fasilitas umum, khususnya meteran air PDAM. Mereka berharap langkah tegas dapat dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak semakin merugikan warga lainnya.







