Pemprov Jatim Gelontorkan Rp69,7 Miliar untuk Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan dan Gresik

Pendidikan76 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) merampungkan program revitalisasi dan rehabilitasi terhadap 51 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di Kabupaten Lamongan dan Gresik. Total anggaran yang dikeluarkan untuk program ini mencapai Rp69,7 miliar.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan momen penting untuk mengingatkan semua pihak agar tidak abai dalam menjaga fasilitas yang sudah dibangun dengan uang negara.

“Kenapa kita perlu melakukan peresmian seperti ini meskipun formatnya sederhana, karena kita ingin menyampaikan pesan bahwa ada daya dukung lingkungan di sekolah yang harus kita siapkan dan kita jaga bersama,” ujar Khofifah, Kamis (05/03/2026).

Khofifah menegaskan, prasasti yang ditandatanganinya bukan hanya penanda selesainya pembangunan fisik. Lebih dari itu, prasasti tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk merawat fasilitas pendidikan demi kepentingan para siswa jangka panjang.

Selain itu, ia juga secara khusus meminta para kepala sekolah untuk aktif memantau kondisi bangunan yang sudah diperbaiki.

“Monitoring dan kontroling bapak, ibu sekalian terutama para kepala sekolah, saya mohon apa yang sudah kita lakukan, sudah dibangun dan sudah saya tanda tangani prasastinya mohon dijaga, sekaligus penguatan daya dukung lingkungan sekolah,” tegasnya.

Tak hanya soal bangunan kelas dan laboratorium, Khofifah menyoroti hal yang kerap dianggap remeh, tetapi menurutnya krusial, yaitu kebersihan toilet sekolah. Ia bahkan mengaku langsung turun tangan bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim untuk mencari sekolah-sekolah yang berhasil menjaga sanitasinya dengan baik sebagai contoh.

“Langsung saya dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim mencari role model sekolah-sekolah yang toiletnya bersih dan terpelihara dengan baik. Jadi ini perlu kebersamaan kita menjaga bagaimana kebersihan diikuti dengan pemeliharaan yang baik,” katanya.

Selain pembangunan fisik, dua kabupaten ini juga menjalankan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Saat ini program tersebut sudah berjalan di 75 sekolah. 60 di antaranya berada di Gresik dan 15 sekolah di Lamongan.

Khofifah menyebut jumlah sekolah di Lamongan yang menjalankan SIKAP masih perlu ditambah, agar sebanding dengan luas lahan yang dimiliki masing-masing sekolah di wilayah tersebut.

Program SIKAP sendiri dirancang agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar secara akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar mandiri melalui penguatan ketahanan pangan, sesuai arahan pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, merinci total anggaran yang dikucurkan dalam program revitalisasi dan rehabilitasi mencapai Rp69.704.570.000 untuk 51 sekolah di Kabupaten Lamongan dan Gresik tersebut.

Di Kabupaten Lamongan, revitalisasi menyasar 32 satuan pendidikan, terdiri dari 19 SMA dengan anggaran Rp19,36 miliar, 13 SMK dengan anggaran Rp22,13 miliar, dan satu SLB dengan anggaran Rp796 juta. Total anggaran untuk Lamongan mencapai Rp42,29 miliar.

Sementara di Kabupaten Gresik, program ini menjangkau 19 satuan pendidikan, yakni 10 SMA dengan anggaran Rp8,6 miliar dan sembilan SMK dengan anggaran Rp19,33 miliar, sehingga totalnya Rp27,4 miliar.

Adapun pekerjaan yang dilaksanakan mencakup pembangunan dan perbaikan ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium IPA, ruang administrasi, perpustakaan, toilet dan fasilitas sanitasi, ruang kelas baru, ruang Bimbingan Konseling (BK), ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga ruang OSIS.

Khusus untuk SMK, juga dibangun ruang praktik siswa untuk berbagai bidang seperti teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, agribisnis tanaman pangan dan hortikultura, desain komunikasi visual, serta bisnis digital.

Aries mengaku optimistis bahwa pendidikan di Jawa Timur akan terus berkembang dengan adanya dukungan penuh dari gubernur.

“Dukungan Ibu Gubernur kami optimis pendidikan Jatim terus berkembang melahirkan generasi emas yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *