Pemprov Jatim Gelar OPM di Lamongan, Harga Cabai Rawit Dijual Separuh Harga Pasar

Bisnis82 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di Kabupaten Lamongan, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Sukodadi, Rabu (04/03/2026). Kegiatan ini digelar sebagai langkah nyata menjaga kestabilan harga bahan pokok masyarakat di tengah bulan Ramadan dan jelang perayaan Idulfitri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung memantau jalannya pasar murah tersebut dan didampingi oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Menurut Khofifah, OPM di Lamongan ini bukan yang pertama. Ini sudah menjadi pasar murah ke-32 yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, dan akan terus berlanjut menyasar berbagai daerah lainnya.

“Ini merupakan pasar murah ke-32 yang dilaksanakan Disperindag Provinsi Jawa Timur. Program ini berjalan secara komplementer dengan kebijakan bupati dan wali kota di masing-masing daerah untuk memaksimalkan stabilisasi harga,” ujarnya.

Khofifah juga mengingatkan bahwa tren kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran sudah jadi dinamika tahunan yang hampir selalu terjadi. Oleh karena itu, pemerintah turun tangan melalui intervensi pasar guna meredam gejolak harga sekaligus menekan angka inflasi di daerah.

Dalam kegiatan ini, para warga antusias datang karena harga-harga yang ditawarkan terpaut jauh dari harga pasaran. Misalnya harga beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp55.000. Daging ayam dijual Rp30.000 per ekor, yang mana harga tersebut sangat terjangkau bandingkan dengan harga pasar yang saat ini tembus sekitar Rp42.000.

Komoditas lainnya juga tak kalah murah. Gula pasir dibanderol Rp14.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter. Harga bahan pokok yang paling mencolok adalah cabai rawit yang dijual Rp40.000 per kilogram atau sekitar Rp4.000 per ons. Padahal di pasar, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp80.000 per kilogram.

Khofifah berharap, rangkaian pasar murah ini benar-benar bisa meringankan pengeluaran rumah tangga masyarakat, terutama yang paling merasakan dampak lonjakan harga jelang hari raya.

“Harapannya, kegiatan ini bisa meringankan beban masyarakat dan menjaga daya beli. Ini bagian dari sinergi antara Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *