Bupati Lamongan saat peringatan HGN 2025 dan HUT ke-80 PGRI, Selasa (25/11/2025). (ANTARA/HO-Kominfo Lamongan).Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyediakan 50 ribu akun belajar sebagai upaya mempercepat peningkatan kompetensi serta kemampuan digital para pendidik.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menuturkan bahwa fasilitas ini diberikan untuk mendorong guru menjadi lebih inovatif dan mampu memperkuat karakter peserta didik.
“Kami berharap para pendidik semakin kreatif dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati seusai menghadiri peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan HUT ke-80 PGRI, Selasa (25/11/2025).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menjelaskan bahwa penyediaan akun belajar tersebut merupakan bagian dari program PGRI Mengabdi, sebuah agenda percepatan peningkatan pemahaman digitalisasi bagi guru di Lamongan.
Akun-akun tersebut diberikan untuk guru mulai jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), hingga Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA).
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas guru berdampak langsung terhadap kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang mencakup kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
“IPM Lamongan terus meningkat dan kini sudah berada di atas capaian provinsi,” kata Pak Yes.
Data Pemkab Lamongan mencatat bahwa IPM daerah pada 2024 mencapai angka 75,90, naik dari 75,29 pada tahun 2023. Kenaikan ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dan layanan publik di Lamongan terus membaik.
Sebagai informasi, akun belajar untuk guru merupakan fasilitas akses pembelajaran digital yang berisi materi ajar, modul peningkatan kompetensi, bank soal, hingga ruang kolaborasi daring. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan guru untuk memperbarui pengetahuan serta metode mengajar.
Melalui akun tersebut, para guru di Lamongan diharapkan lebih mudah mengikuti perkembangan teknologi pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kurikulum maupun kebutuhan siswa yang terus berkembang.
Tidak ada komentar