Kabar Lamongan – Ratusan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Lamongan mendapatkan beasiswa di momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026. Pemkab Lamongan salurkan beasiswa pendidikan dengan total nilai Rp375,9 juta kepada 218 penerima dari 68 lembaga.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyebut program beasiswa ini bukan sekadar bantuan biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kemajuan daerah bisa dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia. Kalau pendidikannya maju, peradaban daerahnya juga ikut maju,” ujarnya, Rabu (20/08/2026).
Saat ini, IPM Kabupaten Lamongan sudah menyentuh angka 76,8, ditopang oleh perkembangan tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Pak Yes—sapaan akrab Bupati—juga menegaskan bahwa semangat Harkitnas sudah sepatutnya diwujudkan secara nyata, salah satunya lewat peningkatan kualitas generasi muda. Bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi juga penguasaan teknologi dan literasi digital.
Kegiatan salurkan beasiswa oleh Pemkab Lamongan ini dilakukan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan dan Baznas Jawa Timur. Ada dua program utama yang digulirkan. Program Lamongan Cerdas menyasar 138 santri dari 37 lembaga dengan nilai bantuan Rp1,8 juta per enam bulan.
Selain itu, lima siswa SD/MI menerima Rp600 ribu per tahun, lima siswa SMP/MTs mendapat Rp900 ribu per tahun, 20 siswa SMA/MA dari 11 lembaga memperoleh Rp1 juta per bulan, dan 35 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi mendapat Rp2 juta per semester.
Sementara, program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) menyentuh 15 penerima dari empat lembaga, masing-masing mendapat Rp2 juta per semester.
Beasiswa tak hanya datang dari Baznas Lamongan, Baznas Jawa Timur turut andil dengan menyalurkan beasiswa tambahan untuk 20 pelajar SMA/MA dan 15 mahasiswa asal Lamongan.







