Kabar Lamongan – Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan kembali menyalurkan bantuan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) periode kedua. Kali ini, bantuan diberikan kepada 159 balita stunting dan 30 ibu hamil rentan di Kabupaten Lamongan.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara langsung oleh Ketua TP PKK Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, di Pendopo Lokatantra, pada Selasa (13/01/2026).
Total bantuan yang disalurkan pada tahap kedua ini mencapai Rp190 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan moril dan nyata dari pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Lamongan.
Ketua TP PKK Lamongan yang akrab disapa Bu Anis menjelaskan bahwa program Genting tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah dilaksanakan pada September hingga Desember lalu. Pada periode pertama, bantuan sebesar Rp135 juta telah disalurkan kepada 160 balita stunting dan 32 ibu hamil di Lamongan.
Hasil dari program tahap pertama dinilai sangat positif. Dari pendampingan dan pemberian asupan gizi selama tiga bulan atau 100 hari, sebanyak 160 balita menunjukkan peningkatan berat badan dengan tingkat keberhasilan mencapai 98 persen.
“Dari treatmen yang diberikan selama tiga bulan atau 100 hari, sebanyak 160 balita berhasil naik berat badannya dengan tingkat keberhasilan 98 persen. Harapannya di periode kedua ini manfaatnya bisa lebih maksimal,” ujar Bu Anis.
Ia merinci, dari 160 balita yang mendapat bantuan pada tahap pertama, 156 balita atau 98 persen mengalami kenaikan berat badan. Sementara itu, tiga balita berat badannya tetap dan satu balita justru mengalami penurunan berat badan karena sedang dalam kondisi sakit.
Untuk pertumbuhan tinggi badan, Bu Anis menyebutkan bahwa dari 160 balita, sebanyak 140 balita atau 88 persen mengalami peningkatan tinggi badan setelah mendapatkan makanan bergizi dari Program Genting. Sedangkan 12 persen sisanya tinggi badannya masih tetap.
Dalam periode kedua ini, terdapat peningkatan anggaran bantuan untuk setiap baduta (bayi di bawah dua tahun) yang mengalami stunting. Setiap baduta menerima satu paket bantuan berupa makanan senilai Rp7.000 per hari untuk satu kali makan selama 100 hari, ditambah beras fortivit sebanyak 3 kilogram per anak. Sementara, untuk ibu hamil dengan kondisi KEK (Kurang Energi Kronis), diberikan bantuan berupa 10 box susu khusus ibu hamil.
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen mendampingi pemerintah dalam upaya penanganan stunting di Lamongan. Menurutnya, kerja sama tersebut membuat penanganan stunting dilakukan secara serius dan tepat sasaran.
Ia berharap, apabila ke depan Lamongan mampu mencapai zero stunting, maka program Genting akan terus dilanjutkan sebagai upaya menjaga tumbuh kembang anak dan menyiapkan generasi emas yang cerdas, kuat, dan mandiri.
“Terima kasih karena di Lamongan penanganan stunting dilakukan secara serius dan hasilnya nyata,” ujar Bupati Yuhronur.







