Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengintensifkan penanganan banjir yang dipicu luapan Bengawan Jero. Salah satu langkah yang kini dimaksimalkan adalah pengoperasian 15 unit pompa air untuk mempercepat surutnya genangan di sejumlah desa di Lamongan yang terdampak.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa optimalisasi pompa dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Pemerintah kabupaten bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur guna mempercepat proses pembuangan air.
Menurut Yuhronur, perbedaan ketinggian air antara Kuro luar dan Kuro dalam masih mencapai sekitar satu meter. Kondisi tersebut membuat pintu Kuro luar harus ditutup, sehingga pembuangan air difokuskan melalui pompa.
“Perbedaan ketinggian antara Kuro luar dan dalam masih sekitar satu meter, sehingga pintu Kuro luar kami tutup dan pengeluaran air kami maksimalkan dengan pompa. Kami berharap cuaca mendukung agar debit segera turun,” ujarnya Rabu (18/02/2026).
Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air Bina Konstruksi (SDABK) Lamongan, total 15 pompa yang diaktifkan terdiri atas dua pompa sibel berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik, satu pompa axial berkapasitas 1.000 liter per detik, dua pompa listrik berkapasitas masing-masing 500 liter per detik, serta dua trailer pump berkapasitas masing-masing 250 liter per detik.
Tak hanya itu, ada tambahan enam mobile pump dengan kapasitas masing-masing 250 liter per detik, serta dua pompa melik berkapasitas masing-masing 500 liter per detik. Seluruh pompa tersebut dioperasikan selama kurang lebih 14 jam setiap hari, mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Hingga saat ini, total volume air yang berhasil dikeluarkan mencapai 388.800 meter kubik.
Bupati Lamongan berharap dengan adanya tambahan pompa, debit air yang bisa dibuang akan semakin besar sehingga genangan dapat lebih cepat teratasi.
“Kami berharap dengan adanya tambahan pompa akan lebih banyak lagi air yang bisa dikeluarkan. Kami terus berupaya mempercepat pembuangan air dan semoga cuaca mendukung,” jelasnya.
Selain memaksimalkan pompa, Pemkab Lamongan juga mengambil langkah lain dengan membuka Waduk Gondang di Kecamatan Sugio secara bertahap. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi beban air dengan mengalirkannya ke waduk-waduk kecil di sekitarnya, sehingga dampak genangan dapat diminimalkan.
Di sisi lain, bantuan bagi warga terdampak juga terus disalurkan. Hingga awal bulan Ramadhan, distribusi sembako masih dilakukan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, serta Desa Soko dan Desa Blawi di Kecamatan Karangbinangun sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak banjir.







