Pemkab Lamongan Mantapkan Skrining, Targetkan Eliminasi Kasus TBC 2030

mariana
27 Agu 2025 07:11
Peristiwa 0 14
2 menit membaca

Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menegaskan komitmennya untuk mengejar target eliminasi kasus tuberkulosis (TBC) pada 2030, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Komitmen itu diwujudkan melalui penguatan skrining TBC di tengah masyarakat dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari posyandu, puskesmas, pemerintah desa, organisasi profesi kesehatan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), hingga Tim Penggerak PKK.

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, Chaidir Anas, menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meski umumnya menyerang paru-paru, bakteri ini juga bisa menyebar ke organ lain, seperti tulang, ginjal, hingga otak.

Ia menekankan pentingnya skrining sejak level terbawah mengingat seluruh wilayah Lamongan memiliki potensi penularan TBC.

“Komitmen ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo untuk eliminasi TBC tahun 2030. Kami sudah menyiapkan sistem pelayanan dan penanganan yang diperkuat dari sektor terendah, agar cakupan skrining bisa menyeluruh,” terang Chaidir, Selasa (25/08/2025).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lamongan, sepanjang 2025 terdapat 1.996 kasus TBC dari estimasi 4.191 kasus. Dari jumlah itu, 1.941 kasus sudah mendapatkan penanganan medis dan tengah menjalani tahap pengobatan.

Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan, Anis Kartikawati, juga menyatakan dukungannya terhadap percepatan eliminasi TBC. Ia menegaskan PKK akan melibatkan kader desa untuk aktif melakukan pemantauan kesehatan masyarakat secara langsung.

“PKK akan ikut aktif mendukung misi ini, salah satunya dengan langkah proaktif melakukan pemantauan langsung di masyarakat melalui kader desa,” ujarnya.

Dengan dukungan penguatan skrining, layanan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor, Pemkab Lamongan optimistis target eliminasi TBC 2030 dapat tercapai. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya generasi bebas TBC di Lamongan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *