Pemkab Lamongan Gelar GPM Serentak di 28 Kecamatan

mariana
31 Agu 2025 07:01
Peristiwa 0 8
2 menit membaca

Kabar Lamongan – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh wilayah. Kegiatan ini berlangsung di Kawasan Gadjah Mada Lamongan—sebagai pusat kegiatan, serta tersebar di 27 kecamatan lainnya.

Agenda ini merupakan bagian dari program nasional yang digelar serentak di 7.285 kecamatan di 38 provinsi seluruh Indonesia. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa GPM hadir sebagai strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Program ini bukan hanya soal distribusi pangan murah, melainkan langkah strategis jangka panjang untuk menjamin kelangsungan pangan nasional. Stabilitas harga, keterjangkauan pangan, hingga ketersediaan stok kebutuhan pokok adalah fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Pak Yes—sapaan akrab Bupati.

Dalam GPM kali ini, masyarakat dapat memperoleh sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah, antara lain beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 per pack, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta minyak goreng “Minyak Kita” Rp15.000 per liter.

Khusus di daerah pusat kegiatan yakni Kecamatan Lamongan, Pemkab menyediakan 7 ton beras sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, ditambah 250 kilogram gula dan 250 liter minyak goreng.

Sementara untuk 27 kecamatan lainnya, masing-masing mendapat jatah 1 ton beras SPHP. Dua kecamatan yakni Paciran dan Brondong memperoleh alokasi lebih besar, masing-masing 2,5 ton, menyesuaikan kondisi panen padi di wilayah tersebut.

Kegiatan GPM ini disambut hangat oleh masyarakat. Selain meringankan beban pengeluaran rumah tangga, program tersebut juga dipandang sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung stabilitas pangan nasional dan menjaga daya beli masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *