Pemkab Lamongan Dorong Penguatan Peternakan Menuju Lumbung Protein Nasional

Berita, Peristiwa83 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mulai membidik target lanjutan setelah dinobatkan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Kabupaten Lamongan kini diarahkan untuk menjadi lumbung protein nasional melalui penguatan sektor peternakan.

Upaya tersebut diwujudkan Pemkab Lamongan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair).

Langkah itu dilakukan dalam rangkaian Bulan Bakti Peternakan melalui kegiatan Sarasehan Penguatan Peternakan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama FKH Unair, sekaligus memperingati World Rabies Day di Pendopo Lokatantra, Selasa, 29 September 2026.

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menjelaskan bahwa potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Lamongan menjadi modal penting dalam mengembangkan sektor peternakan agar lebih produktif dan berkelanjutan.

“Lamongan sendiri sudah dinobatkan sebagai lumbung pangan nasional. PR kita selanjutnya dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada adalah menjadi lumbung protein nasional,” ujarnya.

Dirham menyebut, populasi ternak di Lamongan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Seiring dengan itu, kesadaran masyarakat dan para peternak terhadap kesehatan hewan serta ancaman berbagai penyakit juga semakin baik.

Menurutnya, pengembangan sektor peternakan tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah atau populasi ternak. Produktivitas, efisiensi pengelolaan, kesehatan hewan, hingga peningkatan nilai ekonomi bagi peternak juga perlu menjadi perhatian.

“PR-nya adalah meningkatkan produktivitas, efisiensi secara pengelolaan, dan bisa meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan para peternak,” katanya.

Ke depan, Dirham berharap pengembangan sektor peternakan dapat terintegrasi dengan sektor pertanian dan perikanan. Integrasi tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem circular economy sehingga berbagai potensi agribisnis yang ada di Lamongan dapat saling mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Dirham juga menyampaikan apresiasi kepada FKH Unair yang selama ini memberikan pendampingan kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis desa.

Salah satu bentuk pendampingan tersebut dilakukan di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, yang menjadi lokasi pengabdian masyarakat. Dirham berharap pola pendampingan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke desa-desa lainnya di Kabupaten Lamongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *