Pemberdayaan KRTP Jadi Strategi Pemkab Lamongan Turunkan Kemiskinan

Peristiwa19 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengoptimalkan pemberdayaan Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) sebagai salah satu strategi menekan angka kemiskinan. Upaya tersebut dijalankan melalui program prioritas Yakin Semua Sejahtera (YSS) yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Galih Yanuar Medi Pratama, menyampaikan bahwa pendekatan pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan dinilai lebih efektif karena mendorong kemandirian sekaligus keberlanjutan usaha warga.

“Pemberdayaan KRTP merupakan realisasi program prioritas YSS untuk mengatasi akar persoalan kemiskinan melalui penguatan kapasitas ekonomi masyarakat,” ujar Galih, dikutip dari Antara News,  Kamis (22/01/2026).

Ia menjelaskan, program pemberdayaan KRTP telah dilaksanakan sejak 2022 hingga 2025 dan berhasil menjangkau 294 peserta yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Lamongan. Beberapa wilayah yang terlibat di antaranya Babat, Brondong, Deket, Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Paciran, Sukodadi, hingga Turi.

Seluruh peserta merupakan perempuan berusia 17 hingga 57 tahun yang pernah menikah. Mereka tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 sampai 4, memiliki rintisan usaha, serta menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kegiatan wirausaha.

Galih menegaskan, program pemberdayaan tersebut akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026. Pada tahun ini, Pemkab Lamongan menargetkan 32 KRTP untuk mendapatkan bantuan permodalan tunai sebesar Rp4 juta per orang.

Menurutnya, pendampingan terhadap KRTP tidak berhenti pada pemberian modal usaha semata. Pemerintah daerah juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala sebanyak tiga kali dalam setahun guna memastikan usaha yang dijalankan tetap berjalan dan berkembang.

“Seluruh KRTP yang kami dampingi masih aktif mengembangkan usahanya. Tidak ada yang berhenti karena kami lakukan monitoring dan evaluasi secara rutin,” tambahnya.

Program pemberdayaan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Lamongan. Tercatat, angka kemiskinan menurun dari 12,42 persen pada 2023 menjadi 12,16 persen pada 2024, lalu kembali turun menjadi 12,03 persen pada 2025.

Berdasarkan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan angka kemiskinan pada 2026 dapat ditekan hingga 11,95 persen, melalui penguatan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *