Patroli Sahur Pakai Sound Horeg, Sekelompok Pemuda Diamankan Polsek Babat

Peristiwa92 Dilihat

Kabar Lamongan – Sekelompok pemuda nekat menggelar patrol sahur menggunakan perangkat sound system bertenaga besar atau yang dikenal dengan sebutan sound horeg. Aksi membangunkan sahur dengan sound horeg tersebut berhasil diamankan oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Babat, Polres Lamongan.

Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (07/03/2026) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Rombongan pemuda itu terlihat melintas tepat di depan Polsek Babat sembari mendorong gerobak atau gledekan, yang di atasnya bertengger seperangkat sound system dengan volume menggelegar (horeg).

Aksi mereka makin ramai lantaran sejumlah pemuda lain turut mengiringi dari belakang dengan mengendarai sepeda motor. Dentuman musik keras yang mereka hasilkan dinilai mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat.

Petugas yang saat itu berada di lokasi pun langsung turun tangan menghentikan rombongan dan mengamankan para pemuda untuk dilakukan pendataan serta pembinaan. Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan kejadian tersebut, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, pada Senin (09/03/2026).

“Pemuda tersebut melintas di depan Mapolsek Babat sambil membawa sound system yang dinaikkan di atas kereta dorong atau gledekan,” ujar Ipda Hamzaid.

Dari hasil pendataan, salah satu pemuda yang terjaring berinisial BS, tercatat sebagai warga Desa Mandungan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Sebagai barang bukti, polisi menyita satu unit pengeras suara merek Polytron beserta gerobak yang dipakai untuk mengangkutnya.

Kapolsek Babat berencana menindaklanjuti kasus ini dengan memanggil Kepala Desa Mandungan untuk hadir dalam proses pembinaan terhadap para pemuda, sebagai bentuk efek jera.

Ipda Hamzaid juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya kalangan muda, agar menjaga ketertiban selama Ramadan dan meninggalkan cara-cara yang berpotensi mengganggu orang lain.

“Kami mengajak masyarakat, khususnya para pemuda, untuk mengisi kegiatan Ramadan dengan hal-hal positif dan tidak melakukan patrol sahur dengan sound system ataupun konvoi kendaraan yang dapat mengganggu warga lain,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *