Kabar Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Lamongan harus benar–benar siap menyambut arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Bukan sekadar janji, ia langsung menggerakkan tim khusus untuk mempercepat perawatan di sejumlah ruas jalan strategis di Lamongan.
Penegasan itu disampaikan Bupati Yuhronur saat menghadiri agenda Safari Ramadan di Masjid Rodlotul Muttaqin, Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Kamis (12/03/2026). Di hadapan para jemaah, ia menekankan bahwa kelancaran arus mudik dan balik menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yang tidak boleh diabaikan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bergerak cepat dengan membentuk unit reaksi cepat untuk memetakan titik-titik kerusakan jalan dan melakukan perawatan. Tak kurang dari tiga tim diturunkan sekaligus guna memantau kondisi jalan secara real time.
Selain itu, tim juga ditugaskan untuk melakukan perbaikan dan perawatan rutin sebelum masa mudik tiba, serta memastikan seluruh jalur utama aman dan nyaman dilalui para pemudik.
“Kami sudah menurunkan tiga tim untuk memantau jalan–jalan yang perlu perawatan, sehingga bisa segera ditangani sebelum Idulfitri,” tegas Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Tak hanya soal lebaran, Pemkab Lamongan juga tengah menggenjot pembangunan infrastruktur permanen berskala besar sepanjang 2026. Anggaran senilai Rp100 miliar telah disiapkan untuk membangun 50 ruas jalan di berbagai titik. Program ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan konektivitas antarwilayah di Lamongan.
Selain pembangunan jalan, program penerangan jalan umum (PJU) turut masuk dalam daftar prioritas. Pemasangan lampu di titik–titik rawan dilakukan demi menekan angka kriminalitas dan kecelakaan yang kerap terjadi pada malam hari.
Seluruh agenda pembangunan jalan di Lamongan ini berada di bawah naungan program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula). Sejak pertama kali diluncurkan, Jamula konsisten mendorong peningkatan kualitas aspal dan beton pada ruas-ruas jalan kabupaten yang sebelumnya rusak parah akibat banjir tahunan dan tekanan kendaraan berat.







