Kabar Lamongan – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan mulai memetik hasil dari program pemberdayaan ekonomi umat yang selama ini dijalankan. Hal tersebut terlihat saat panen melon perdana yang dilakukan oleh petani binaan Baznas di Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Rabu (28/01/2026).
Panen ini menjadi bukti nyata pemanfaatan dana zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola secara produktif serta berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui pengembangan pertanian produktif berbasis greenhouse, Baznas berhasil menggerakkan roda perekonomian warga, khususnya para mustahik.
Ketua Baznas Lamongan, Bambang Eko Muljono, menjelaskan bahwa program greenhouse tersebut memiliki keunikan tersendiri. Menurutnya, penyaluran dana infaq dengan skema pertanian modern seperti ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di Jawa Timur.
“Pentasharufan dana infaq dengan skema greenhouse ini satu-satunya di Jawa Timur,” ujar Bambang Eko Muljono, Kamis (29/01/2026).
Ia menambahkan, program pertanian produktif menjadi salah satu fokus utama Baznas Kabupaten Lamongan dalam memperkuat ekonomi masyarakat di wilayah Lamongan. Melalui pendekatan pertanian modern, diharapkan para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mandiri secara berkelanjutan.
“Ke depan, Baznas berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa di berbagai sektor produktif,” bebernya.
Kegiatan panen melon perdana di Desa Sendangharjo tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, M. Nalikan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Timur, Ahsanul Haq, yang memberikan dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian ini.
Melalui program ini, Baznas Lamongan berharap dana zakat dan infaq dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi contoh pengelolaan dana umat yang tepat sasaran dan berkelanjutan.







