Kabar Lamongan – Mendaki gunung biasanya identik dengan keinginan mencapai puncak. Dalam novel Aksara Pena: 3142 MDPL (Merbabu) karya Agung Gunarto, pendakian justru menjadi jalan bagi seorang tokoh untuk menjauh dari kehidupannya yang terasa semakin sulit ia pahami.
Tokoh dalam novel ini adalah seorang pendaki bernama Aksara. Ia memutuskan naik gunung untuk pertama kalinya, bukan untuk menaklukkan puncak, melainkan untuk menjauh dari riuhnya hidup yang tak lagi ia pahami.
Aksara merasa rutinitasnya menumpuk tanpa makna. Pertanyaan tentang Tuhan pun sering muncul tanpa pernah ia temukan jawabannya. Oleh karena itu, pendakian ini menjadi semacam pelarian diri, sekaligus pelarian untuk menemukan ketenangan tentang diri sendiri.
Selama mendaki, Aksara menghadapi jalur yang terjal dan cuaca yang sulit ia tebak. Perjalanan itu perlahan mengikis kesombongannya dan membuatnya sadar bahwa dalam situasi seperti ini ia lebih banyak diam daripada berbicara.
Di tengah malam yang dingin dan menusuk, doa-doa sederhana terucap tanpa suara. Doa itu tidak ia susun dengan kata-kata indah dan hanya berisi kejujuran hati.
Puncak gunung ternyata tidak memberinya jawaban, besar maupun kecil, dan tidak pula menghadirkan pengalaman spiritual yang dramatis. Namun, justru di sana Aksara menyadari bahwa Tuhan tidak menunggu di tempat yang tinggi, dan bahwa ketenangan tidak selalu ia temukan lewat pencapaian.
Ia belajar menerima bahwa hidup tidak harus menang dan tidak harus pula ia memahami seluruhnya. Kesadaran kecil itu mengubah caranya memandang diri sendiri.
Ketika turun dan kembali ke kota, dunia yang ia hadapi tetap sama, yakni bising, sibuk, dan penuh tuntutan. Meski begitu, Aksara kembali sebagai pribadi yang berbeda. Masalah mungkin masih ada, tetapi kini ia menjalaninya dengan hati yang lebih lapang.
Pendakian itu tidak mengubah hidupnya. Yang ia dapatkan adalah cara menjalani hidup dengan lebih sederhana, lebih pelan, lebih jujur, dan lebih berserah kepada-Nya. Secara keseluruhan, novel ini berkisah tentang pencarian ketenangan yang tumbuh dalam kesunyian, serta tentang pulang sebagai pribadi yang berdamai dengan diri sendiri.
Kini, novel Aksara Pena: 3142 MDPL (Merbabu) telah tersedia di Detak Pustaka toko dengan harga Rp37.000. Kamu bisa langsung memesannya lewat laman resmi detakpustakatoko.com.







