MPLS di Lamongan Tekankan Pembentukan Karakter dan Sekolah Ramah Tanpa Bullying

Pendidikan92 Dilihat

Kabar Lamongan – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kabupaten Lamongan mulai digelar pada hari pertama tahun ajaran baru, Senin (13/07/2026).

Dinas Pendidikan Lamongan memastikan pelaksanaan MPLS tahun ini berfokus pada pembentukan karakter peserta didik sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying).

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Shodikin, mengatakan pelaksanaan MPLS mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa MPLS dilaksanakan paling lama lima hari.

Kegiatannya tidak hanya sebatas mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga bertujuan membangun budaya belajar yang positif.

“MPLS ini gerakan yang diciptakan Kemendikdasmen agar ada kesinambungan antara PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA. Selain itu juga memperkuat hubungan antara wali murid dan sekolah. Anak adalah subjek, bukan objek, sehingga sekolah harus menyiapkan lingkungan pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi mereka,” kata Shodikin.

Ia menjelaskan, melalui MPLS sekolah juga didorong untuk mengenali karakter, kebutuhan, serta potensi setiap peserta didik sejak awal. Dengan begitu, proses pembelajaran diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

“Ini sesuai keinginan Bapak Menteri, yakni menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujarnya.

Untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai ketentuan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah, yakni PAUD Bhakti Pertiwi, SDN 3 Balongwangi, dan SMPN 1 Tikung. Peninjauan tersebut juga dirangkai dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS).

Bupati yang akrab disapa Pak Yes menilai keterlibatan orang tua, khususnya ayah, memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, fenomena fatherless masih menjadi perhatian, sehingga kehadiran ayah pada hari pertama sekolah menjadi momentum yang tepat untuk mempererat kedekatan dengan anak.

“Kehadiran orang tua khususnya ayah menjadi penting. Ayah menjadi sosok pengayom, anak merasa aman, dan ayah terlibat dalam masa tumbuh kembang anak. Untuk itu sekarang ada anjuran Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah,” ujar Pak Yes.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

“Semuanya berubah, yang tidak berubah hubungan anak dan orang tua, kasih sayang, kepercayaan anak ke orang tua. Mari semua terus turut serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, jangan sampai terjadi bullying di sekolah, menjadikan anak-anak sekolah dengan bahagia, ayem, tenteram,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *