Mohammad Aindra Imawan Resmi Pimpin ESI Lamongan

mariana
29 Agu 2025 04:33
Olahraga 0 7
2 menit membaca

Kabar Lamongan – Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) E-Sport Indonesia (ESI) Lamongan resmi menetapkan Mohammad Aindra Imawan sebagai Ketua Umum periode 2025–2028. Pria yang akrab disapa Cacak itu terpilih dalam forum yang dihadiri 20 perwakilan komunitas gamers se-Lamongan, Kamis (28/08/2025), di Moola Lamongan, Jalan Panglima Sudirman.

Dalam sambutannya, Cacak menegaskan kepemimpinannya akan diarahkan pada pembangunan ekosistem e-sport yang sehat sekaligus peningkatan prestasi atlet lokal.

“Kami ingin e-sport di Lamongan berkembang bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga jalur prestasi. Anak-anak muda harus punya ruang aktualisasi lewat e-sport,” ujarnya.

Cacak menyoroti tantangan besar berupa maraknya judi online yang kerap dikaitkan dengan dunia game. Ia menegaskan bahwa e-sport harus terbebas dari stigma negatif tersebut.

“Edukasi menjadi kunci. Kami ingin anak muda bermain game dengan sehat, bukan terjebak praktik negatif. Melalui komunitas, kami akan terus mengkampanyekan gerakan anti judi online,” katanya.

Dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan juga disebut menjadi modal penting bagi pembinaan atlet muda. Menurutnya, dukungan ini akan membuka jalan bagi talenta lokal agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

“Jika ada ekosistem yang baik, atlet e-sport bisa membawa nama Lamongan di ajang besar. Pemerintah akan mendorong agar pembinaan berjalan berkesinambungan,” tuturnya.

Selain itu, Cacak menilai kompetisi reguler di tingkat lokal sangat dibutuhkan untuk mengasah kemampuan para pemain.

“Kompetisi adalah sarana utama untuk mengukur kualitas. Kami akan berupaya menghadirkan liga e-sport lokal yang konsisten agar para pemain bisa berlatih sekaligus berkompetisi,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa strategi jangka panjang ESI Lamongan tak hanya fokus pada pencapaian kejuaraan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia di bidang e-sport. Mulai dari manajer tim, pelatih, caster, hingga penyelenggara event akan menjadi perhatian.

“E-sport bukan hanya soal atlet, tetapi juga ekosistem di sekelilingnya. Semua harus tumbuh bersama,” kata Cacak.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, ia berharap komunitas e-sport di Lamongan semakin solid dengan visi yang sama.

“Kita ingin e-sport diakui sebagai olahraga yang berkelas, kompetitif, dan berkelanjutan. Semua pihak harus bergandengan tangan, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga sponsor,” ujarnya.

Musorkab kali ini menjadi momentum penting untuk menegaskan posisi e-sport sebagai olahraga masa depan. Cacak optimistis Lamongan tak hanya dikenal lewat sepak bola dan budayanya, tetapi juga bisa melahirkan atlet e-sport berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *